Gantikan Ayah Emil Dardak, Heru Dewanto Resmi Jabat Ketum PII

JawaPos.com – Heru Dewanto terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) periode 2018-2021 menggantikan ayah Wakil Gubernur Jatim, Hermanto Dardak. Heru sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum periode 2015-2018. Anggaran Dasar dan Anggaran rumah Tangga (AD/ART) PII memang mengatur Wakil Ketua Umum organisasi profesi insinyur itu secara otomatis menjadi Ketua Umum periode berikutnya usai menjalankan tugas selama 3 tahun. Danis Hidayat Sumadilaga terpilih menjadi Wakil Ketua.

Heru Dewanto merupakan Presiden Direktur Cirebon Power, konsorsium pembangkit listrik dengan total kapasitas 660 MW dan 1.000 MW di Cirebon.  Heru juga menyandang gelar Doktor Manajemen Strategis dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, dan alumni University of Leeds, Inggris.

Heru menyatakan, di masa kepemimpinannya akan fokus untuk mendukung penuh pembangunan negeri dengan mendukung penuh pembangunan infrastruktur demi menghubungkan ribuan pulau untuk menyatukan negeri, menerangi pertiwi dan mencerdaskan bangsa.

“PII berperan untuk turut menciptakan lapangan pekerjaan, mensejahterakan rakyat, dan membuka cakrawala dunia, guna memajukan peradaban. Insinyur Indonesia adalah ujung tombak kemajuan bangsa,” jelasnya dalam keterangan resmi, Minggu (9/12).

Heru juga menegaskan tentang sejumlah tugas penting PII di masa depan, yaitu meningkatkan kompetensi dan profesionalitas insinyur Indonesia, menyelenggarakan sertifikasi insinyur sesuai amanat UU no 11 tahun 2014 tenteng Keinsinyuran, dan membangun data base insinyur nasional.

“Dengan kompetensi profesi insinyur yang maju, dan data base insinyur nasional, akan menjadi modal besar untuk menghadapi kompetisi insinyur global. Kita harus menjadi tuan di rumah sendiri, insinyur Indonesia harus berperan penuh dalam pembangunan infrastruktur yang masif saat ini’ tutur Heru.

PII berupaya menyetarakan insinyur Indonesia dengan negara yang lain. Heru menyebutkan, di ASEAN, mobilitas insinyur sudah menggunakan ASEAN Charter Professional Engineer. Sertfikasi tersebut akan membuat kesetaraan antar insinyur di 10 negara Asia Tenggara.

“Sehingga insinyur dengan IPM (insinyur profesional madya) akan disetarakan dianggap sama dalam hal kompetensi dengan insinyur di ASEAN. Jadi, kemampuan kita dianggap sama. Nah, hanya saja mereka yang akan masuk ke Indonesia harus melakukan proses registrasi ke PII. Kesetaraan ini akan membuat insinyur Indonesia mudah berkompetisi.

Dia tidak menampik bahwa jumlah insinyur di dalam negeri masih kurang. Saat ini, paling banyak insinyur dari bidang sipil, elektro, industri dan mesin. “Kita harus siapkan insinyur sesuai program pemerinta,” katanya.

Dalam konteks global dan nasional inilah PII harus mendefinisikan peran dan posisinya dan titik tolaknya adalah penerbitan UU Insinyur no 11 tahun 2014 yang semestinya dilanjutkan dengan penerbitan Peraturan Pemerintah tentang Keinsinyuran yang statusnya sejak setahun lalu tidak kunjung berubah dan tinggal di tanda tangan Presiden RI.

Inti sari dari UU ini adalah hanya orang yang berprofesi insinyur yang dapat melakukan praktek keinsinyuran. Hukum pidana positif berupa kurungan dan denda uang menunggu mereka yang melanggar aturan ini. 

Pada saat PP diterbitkan dan ratusan ribu sarjana teknik berebut mendaftar untuk mendapatkan gelar profesi insinyur, maka sumbatan sistem registrasi dan sertifikasi PII yang masih bersifat manual akan mengakibatkan katastropi yang tak terbayangkan.

“Karena itulah program 100 hari pertama pengurus PII periode 2018 – 2021 salah satu yang akan direalisasikan adalah penerbitan PP Keinsinyuran serta pembenahan tata kelola organisasi secara menyeluruh anggaran dasar dan anggaran rumah tangga terkait dengan balai kerja dan wilayah, serta cabang,” katanya.

Selain itu, PII juga akan mendorong pemerintah menyiapkan peta jalan (road map) menghadapi revolusi industri 4.0. Heru yakin, digitalisasi dunia industri akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas, demi mendongkrak perekonomian bangsa.

“Kita harus siap menerapkan industri 4.0 yang mengedepankan tekonologi mutakhir sehingga lebih efisien. Insinyur indonesia harus jadi tulang punggung transformasi industri 4.0, agar Indonesia tidak akan ketinggalan dengan negara lain,” katanya.

Berikut susunan pengurus inti PII 2018-2021:

• Ketua Umum: Heru Dewanto

• Wakil Ketua Umum: Danis Hidayat Sumadilaga

• Sekretaris Jenderal: Teguh Haryono

• Bendahara Umum: Sakti Wahyu Trenggono

• Direktur Eksekutif: Faisal Safa

• Ketua Dewan Direksi CEIPS: Ilham Akbar Habibie

(uji/JPC)

Dukung Ekspansi Perseroan, BTN Gaet 4 Startup Berbagai Lini Bisnis

JawaPos.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menggaet empat startup guna mendukung ekspansi bisnisnya ke depan. Empat startup tersebut meliputi KYCKI, ManPro, Gradana dan Buildeco.

“Langkah kami berkolaborasi dengan empat startup ini bagian dari uapay mendukung bisnis perseroan, utamanya mempercepat pelayanan kepada nasabah,” ujar Direktur Utama Bank BTN, Maryono di sela-sela acara Digital Start Up Connect 2018 di Jakarta, Jumat (7/12).

Maryono mengungkapkan, kolaborasi dengan KYKCI akan mempermudah nasabah BTN mengisi data dalam pembukaan rekening tabungan. Dengan penggunaan teknologi optical character recognation (OCR) pembukaan rekening tabungan hanya memerlukan foto KTP. Kemudian dengan Manpro, BTN bekerja sama dalam penggunaan aplikasi monitoring pembangunan proyek perumahan agar sesuai dengan rencana anggaran biayanya.

Sementara dengan Gradana, BTN bekerja sama dalam KPR autoapproval untuk pasar properti. Startup Gradana akan membantu debitur dalam pencicilan uang muka KPR. “BTN dan Gradana bekerja sama dalam pembelian properti. BTN memberikan pencairan berdasarkan analisis kredit dan Gradana memberikan pencairan sejumlah uang muka kepada debitur,” paparnya.

Sedangkan dengan Buildeco, lanjut Maryono, BTN akan bekerja sama dalam portal perdagangan elektronik untuk pembelian bahan bangunan bagi mitra perseroan untuk mendukung program sejuta rumah, program konstruksi dan program infrastruktur lainnya.

“Dengan jumlah pengguna internet yang terus meningkat di Indonesia, perbakan harus memanfaatkan start up sebagai peluang bisnis sekaligus mitra untuk meningkatkan layanan digital perbankan,” katanya.

Menurut Maryono, BTN akan melakukan sejumlah strategi untuk memanfaatkan perkembangan ekosistem digital di Indonesia. Perbankan harus fleksible membuka peluang kerjasama dengan start up dan fintech untuk meningkatkan layanan perbankan guna peningkatan fee based income.

Maryono menuturkan, tren ke depan, e-commerce diramalkan akan terus mendominasi perkembangan start up di Indonesia bersama dengan financial technology.

Menurut Maryono, kebutuhan dana dan kredit akan terus meningkat, karena itu Bank harus cepat beradaptasi dengan perkembangan technology digital bersaing dengan maraknya peminat fintech. Bank BTN berencana membuat aplikasi bergerak atau mobile apps untuk agen laku pandai dan digital on boarding untuk aplikasi kredit maupun pembukaan rekening.

“Start Up harus dirangkul perbankan, karena menguntungkan perbankan dan yang terpenting mempermudah masyarakat menikmati akses layanan perbankan yang mereka butuhkan,” pungkasnya.

(ask/JPC)

2018, Program Sejuta Rumah Jokowi Tembus Satu Juta Unit

JawaPos.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan untuk pertama kali pada 2018, capaian Program Sejuta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 29 April 2015 lalu berhasil menembus angka satu juta unit. 

“Capaian Program Satu Juta Rumah dari tahun ke tahun menunjukkan tren yang meningkat dan pada bulan November tahun 2018 ini telah tercapai pembangunan 1.041.323 unit rumah,” kata Menteri Basuki saat membuka Pertemuan Bisnis Federasi Real Estat Internasional Tahun 2018 (FIABCI Global Business Summit), di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (6/12).

Capaian tersebut dikatakan Menteri Basuki, tidak terlepas dari kontribusi dan peran Pemerintah, pemerintah daerah, perbankan dan para pengembang perumahan. Untuk itu, ia mendorong Real Estate Indonesia (REI) sebagai salah satu asosiasi pengembang perumahan untuk terus memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembangunan hunian berkualitas dengan harga terjangkau bagi MBR. 

“Selain peningkatan peran stakeholders, kita perlu terus mengupayakan inovasi dan terobosan, antara lain terbentuknya Land Banking System, mendorong inisiatif pembiayaan kreatif seperti kredit mikro, Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), kemitraan badan usaha dan partisipasi masyarakat serta mendorong pengembangan perumahan skala besar,” ujar Menteri Basuki. 

Menteri Basuki mengapresiasi upaya DPP REI untuk menyelenggarakan pertemuan Federasi Real Estat Internasional tersebut di Indonesia dengan mengusung tema Rumah Terjangkau dan Pengembangan Pariwisata (Affordable Housing and Tourism Development). 

“Saya berharap, dengan forum ini Indonesia dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat internasional mengenai penyelenggaraan affordable housing yang melibatkan pihak swasta sebagai solusi penyediaan perumahan bagi MBR di dunia,” ujar Menteri Basuki. 

Lewat forum tersebut, Menteri Basuki juga berharap dapat mengembangkan industri properti nasional menuju panggung global. Selain itu mendorong investasi internasional masuk ke Indonesia untuk mendapatkan modal baru sehingga pertumbuhan sektor-sektor penting perekonomian seperti properti dapat lebih berkembang.

Pemerintah dalam upaya mewujudkan Program Satu Juta Rumah telah menjalankan beberapa strategi yakni lewat program bantuan perumahan lewat pembangunan Rusunawa bagi MBR, Rumah Khusus terutama pada kawasan terpencil, serta Rumah Swadaya. 

Pemerintah juga memberikan bantuan melalui sejumlah terobosan skema pembiayaan pembangunan perumahan, kemudahan regulasi, dan mendorong pengembangan dan penggunaan teknologi terbaru dalam pembangunan perumahan yang lebih efisien. 

Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia(REI) yang juga Presiden FIABCI Asia-Pasifik, Soelaeman Soemawinata mengatakan pelaksanaan FIABCI Global Business Summit kali ini, merupakan yang pertama kalinya digelar di luar Eropa. Ia mengatakan, sebagai bentuk komitmen REI dalam penyediaan rumah yang layak dan terjangkau bagi masyarakat, isu tersebut akan terus disampaikan dalam berbagai kesempatan forum internasional. 

“Selain rumah terjangkau bagi rakyat, juga membahas pengembangan potensi wisata lewat peran para pengembang membangun kawasan pariwisata bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata. Keahlian kami dapat digunakan untuk menyediakan fasilitas akomodasi seperti pembangunan hotel, vila, hostel, hingga homestay di desa-desa sesuai standar agar wisatawan yg datang merasa nyaman,” ujar Soelaeman.

(uji/JPC)

Properti 2019 Melambat, Apindo Minta BPHTB Turun Dibawah 5 Persen

JawaPos.com – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memprediksi, industri properti masih akan menghadapi tantangan tahun depan. Sehingga, pihaknya pesimis pertumbuhan properti akan berada di bawah 10 persen.

Ketua Kompartemen Properti Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Eddy Hussy menjelaskan, tantangan properti tahun 2019 mendatang akan diwarnai oleh perpolitikan dalam negeri. Menurutnya, masyarakat akan menahan daya belinya untuk investasi yang sifatnya jangka panjang. Pasalnya, investasi jangka panjang membutuhkan pertimbangan yang besar dengan melihat situasi perekonomian dan juga politik.

“Jadi kalau orang mau beli properti untuk investasi, orang pasti melihat situasi dan pertumbuhan ekonomi dan juga situasi politik,” ujarnya di gedung Permata Kuningan Jakarta, Rabu (5/12).

Bahkan, Eddy pesimis pertumbuhan properti tahun depan akan lebih tinggi dibandingkan 2010 lalu. Pasalnya industri properti mulai melambat sejak 2012 lalu. 

Eddy menjelaksan, pasokan properti, baik rumah, perkantoran, apartemen, dan jenis properti lainnya akan selalu ada. Namun perlu dukungan dari pemerintah terkait kebijakan yang dapat mendorong daya beli masyarakat, terutama terkait dengan akses pendanaan.

Sekedar informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan sudah membuat regulasi dan insentif pajak untuk KIK-DIRE yang dikeluarkan melalui paket kebijakan. Namun dalam pelaksanaannya masih terkendala oleh besaran pajak yang harus dibayar pengembang untuk mernerbitkan KIK-DIRE. 

Aspek perpajakan dari KIK-DIRE adalah besaran tarif Bea atas Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang besarannya ditetapkan maksimal 5 persen. Di mana masing-masing daerah bisa melakukan penyesuaian, tergantung dari peraturan daerah masing-masing.

Eddy berharap, BPHTB dapat diturunkan dibawah 5 persen. Pasalnya, dalam kurun waktu 2-3 tahun terakhir harga rumah dan apartemen cenderung turun. 

“Engga ada transaksi Rate, di Indo kalau diberikan insentif 1 persen (BPHTB) justru ada transkasi,” tandasnya.

(mys/JPC)

Luar Biasa! Jakarta-Surabaya Hanya 8 Jam Lewat Tol Trans-Jawa

JawaPos.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meninjau kesiapan tol trans-Jawa yang akan beroperasi pada akhir 2018, dengan berkendara menempuh rute Surabaya sampai Telkom Landmark Tower yang berada di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, sebagai lokasi finis. 

Perjalanan sepanjang kurang lebih 800 kilometer itu diperkirakan akan memakan waktu sekitar 16 jam dengan meninjau sejumlah titik dan beristirahat.

Menurutnya, tol trans-Jawa adalah jalur yang dinantikan lebih dari 20 tahun karena memang sudah dicanangkan sejak lama. Tol trans-Jawa mulai dari Merak sampai Surabaya harus bisa diresmikan pada Desember 2018, hingga kemudian tersambung sampai dengan Banyuwangi. 

“Kalau kita bisa jalankan seluruh itu memang pertumbuhan ekonomi kita akan meningkat. Saya berterima kasih sekali kepada Jasa Marga, Waskita Karya dan para BUMN Karya, juga para kontraktor lainnya yang sudah bekerja keras,” kata Rini dalam siaran persnya, Senin (12/11). 

Menurut Rini, terkoneksinya Pulau Jawa melalui jalan tol akan memberikan dampak positif bagi perekonomian. Ia menjelaskan, yang paling utama yakni biaya logistik yang tentu akan lebih murah karena akses transportasi yang lebih cepat dan efisien. Hal itu kemudian akan diikuti dengan terbukanya lapangan kerja serta menggerakkan kegiatan perekonomian di daerah yang dilalui ruas tol trans-Jawa. 

“Dengan adanya jalan tol, lokasi-lokasi dekat pintu keluar-masuk jalan tol pun tentu akan berkembang cepat sebagai kawasan bisnis, baik industri perdagangan, jasa keuangan dan perbankan, dan sebagainya. Tol trans-Jawa juga akan meningkatkan pertumbuhan kawasan properti,” ujar dia.

Sementara Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani mengatakan bahwa waktu tempuh Jakarta-Surabaya dan sebaliknya akan terpangkas signifikan berkat adanya Tol trans-Jawa. Mengingat, melalui jalan raya nasional bisa mencapai 20 jam, dengan jalan tol perjalanan bisa ditempuh kurang dari 15 jam.

“Waktu tempuh menjadi lebih singkat berkat adanya Tol trans-Jawa. Idealnya Jakarta-Surabaya 10 sampai dengan 12 jam. Dari Jakarta sampai ke Kota Surabaya sekitar 800 km, kalau dipacu dengan kecepatan 100 km per jam saja mungkin hanya 8 jam. Tapi kan tetap perlu beristirahat pengendaranya agar safe, jadi ya bisa 10 sampai 12 jam lah paling lama,” jelas Desi.

Sebagai informasi, penyelenggaraan Ekspedisi Tol Trans-Jawa ini merupakan inisiasi Kementerian BUMN bekerja sama dengan sejumlah BUMN seperti Jasa Marga, Waskita Karya, Adhi Karya, Wijaya Karya, PTPP, BNI, Mandiri, BRI, BTN, Pertamina, Telkom, PNM, dan PTPN Holding. Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh PT Astra International Tbk. Sebelumnya Kementerian BUMN juga telah melaksanakan Ekspedisi Tembus Tol Trans-Sumatera pada akhir Agustus lalu.

(ce1/mys/JPC)

Desember 2018, Baru 10 Persen Huntara di Sulteng Siap Huni

JawaPos.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun sebanyak 1.200 Hunian Sementara (Huntara) di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala.

Saat ini sudah dalam proses penyelesaian sebanyak 116 unit. Secara bertahap dapat dihuni mulai pertengahan Desember 2018. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan untuk mempercepat pembangunan huntara, masing-masing kontraktor dari BUMN Karya terus melakukan penambahan tenaga kerja. Sehingga waktu kerja dapat diperpanjang hingga malam hari dengan sistem shift. Jumlah unit huntara yang dibangun bertambah dengan  perkembangan data pengungsi yang membutuhkan. 

“Huntara yang dibangun dengan model knockdown berukuran 12 x 26,4 meter persegi, dibagi menjadi 12 bilik dimana setiap biliknya dihuni satu keluarga. Rencananya pertengahan Desember pengungsi bisa masuk ke huntara,” kata Menteri  Basuki dalam keterangan resmi, Selasa (13/11).

Dikatakan pula, Huntara digunakan sebagai transit pengungsi dari tenda sampai dengan hunian tetap dan relokasi permukiman selesai. Biaya pembangunan huntara per Rp 500 juta. Dilengkapi 4 toilet, 4 kamar mandi, septik tank, tempat mencuci, listrik 450 watt untuk setiap bilik. 

“Untuk pemasangan listrik dan pembayarannya akan dikoordinasikan dengan Kementerian ESDM dan PLN, pasti ada kebijakan tersendiri untuk membantu pengungsi,” ujarnya. 

Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Sulawesi Tengah Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, dari 1.200 huntara yang direncanakan, lokasi yang sudah terverifikasi tersebar di 48 titik, yakni di Donggala 9 lokasi, Palu 21 lokasi, dan Sigi 18 lokasi. 

Dari jumlah tersebut sebanyak 506 rencana huntara sudah terukur untuk penentuan tata letaknya (layout) dan sebanyak 116 unit dalam proses penyelesaian. Sehingga secara keseluruhan dari target 1200 unit telah tercapai progres fisik sebesar 19,27 persen.

Huntara tersebut dibangun dengan sistem cluster. Berdiri di lima zona dengan mempertimbangkan faktor ketersediaan lahan dan keamanan lokasi dari dampak gempa. Setiap cluster terdiri atas 10 unit huntara (120 bilik) yang tahan gempa, akan dibangun satu buah sekolah PAUD dan sebuah SD, tempat sampah, ruang terbuka untuk kegiatan warga, serta tempat parkir sepeda motor. 

“Kita buat senyaman mungkin karena digunakan dalam jangka waktu cukup lama untuk 1 hingga 2 tahun sambil menunggu sampai relokasi hunian tetap yang dibangun Pemerintah selesai,” ujar Arie. 

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di setiap unit Huntara yang dibangun, Kementerian PUPR juga melakukan pengeboran sumur air tanah dengan perkiraan kebutuhan total air sebesar 45 liter/detik dengan kebutuhan masing-masing di Palu sebesar 18 liter/detik, Donggala 8,51 liter/detik, dan Sigi 18,5 liter/detik. Dari total 42 titik rencana pengeboran sumur, sebanyak 8 titik telah selesai diuji geolistrik. 

Kementerian PUPR juga tengah melakukan perbaikan kerusakan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di 12 lokasi yang tersebar di Palu, Donggala dan Sigi. Dari ke 12 lokasi, SPAM Salena IPA di Kota Palu telah selesai perbaikannya, sementara SPAM Duyu I (Gawalise)  dengan layanan 20 liter/dtetik progres perbaikannya sudah 50 persen.

Dalam kunjungan tersebut hadir pula Wakil Presiden (Wapres) Jusuf  Kalla didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro dan Menteri Agraria dan Tata Ruang ATR Sofyan Djalil, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dan Kepala BNPB Willem Rampangilei meninjau lokasi korban gempa di Desa Mpanau, Kabupaten Sigi dan Kelurahan Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (11/11).

(uji/JPC)

Menteri Basuki Kirim 96 Insinyur Muda Untuk Bangun Rumah Warga NTB

JawaPos.com – Sebanyak 96 orang insinyur muda yang berasal dari CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil)  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diberangkatkan ke Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk membangun rumah warga yang rusak akibat gempa.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pengiriman tambahan tenaga insinyur muda CPNS PUPR tersebut bertujuan untuk membantu percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban gempa di Provinsi NTB, sekaligus mendorong pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di NTB. 

“Angkatan ketiga ini berjumlah 96 Orang. Terdiri dari 57 perempuan dan 39 laki-laki. Dikirim untuk memperkuat dan mempercepat pembangunan rumah tahan gempa, baik RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat ), RIKA (Rumah Instan Kayu), maupun RIKO (Rumah Instan Konvensional),” kata Menteri Basuki.

Menteri Basuki berpesan kepada para insinyur muda PUPR yang bertugas sebagai tenaga pendamping dapat menjaga komunikasi dan kerja sama yang baik dengan masyarakat. Sebelum diterjunkan, para insinyur muda tersebut memdapat pelatihan selama 2 hari mengenai pembuatan dan perakitan RISHA, program Rekompak (Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman berbasis Komunitas) serta Socio Engineering. 

“Komunikasi yang baik dengan masyarakat dalam membangun rumah yang tahan gempa sesuai prinsip build back better. Selalu jaga kredibilitas dan integritas Kementerian PUPR dalam mendampingi masyarakat. Selain itu juga harus menjaga sopan santun dan selalu kompak,” pesan Menteri Basuki. 

Menteri Basuki menambahkan tugas sebagai tenaga pendamping ini menjadi bagian penting tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2018 tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kota Mataram dan wilayah terdampak di NTB. 

“Ini merupakan tugas khusus yang tidak akan dialami oleh semua PNS. Tugas lapangan seperti ini akan membentuk karakter Saudara sekalian ke depan dalam bekerja. Manfaatnya mungkin baru akan dirasakan dalam 10 tahun lagi,” ujarnya.

Dari tiga pilihan rumah tahan gempa, RISHA menjadi model yang paling banyak dipilih warga untuk membangun kembali rumahnya.  “Antusiasme masyarakat sangat besar untuk membangun RISHA sehingga kita perkirakan adanya kebutuhan produksi material untuk 300 unit rumah setiap hari. Namun saat ini material di lapangan masih kurang sehingga harus ditambah dari luar NTB,” katanya. 

Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga menyatakan, bahwa dari sekitar 75.000 rumah warga yang telah teridentifikasi rusak berat, sebanyak 40 persen nya atau 30.000 unit dipilih warga menggunakan teknologi RISHA. 

“Jika kita harus selesaikan 30.000 dalam waktu 6 bulan, berati dalam 1 bulan harus siap sekitar 5 ribu, artinya dalam 1 hari dibutuhkan 100 hingga 200 unit. Sementara produksi materialnya saat ini baru bisa mencukupi sekitar 30-40 perhari. Untuk itu perlu peningkatan produksi yang melibatkan BUMN dan UMKM,” ujar Danis. 

Turut hadir dalam acara tersebut, Inspektur Jenderal Kementerian PUPR Widiarto, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Hari Suprayogi, Direktur Jenderal Cipta Karya Danis H. Sumadilaga, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Lolly Martina Martief, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Luthfiel Anam Achmad dan sejumlah pimpinan tinggi pratama di Kementerian PUPR. 

Sebelumnya Kementerian PUPR telah mengirimkan 400 insinyur muda secara bertahap, yakni  178 orang dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung pada Kamis (30/8/2018) dan 222 orang dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta pada Jumat (31/8).

(uji/JPC)

Bendungan Logung Kudus Siap Diisi Air Akhir November 2018

JawaPos.com – Pembangunan Bendungan Logung di Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah saat ini telah rampung dan siap diisi air atau impounding pada akhir November 2018.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan bendungan akan meningkatkan suplai air untuk lahan pertanian secara lebih merata dan kontinu. 

Dengan adanya suplai air dari bendungan, petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam setahun, nantinya akan bisa bertambah menjadi 2-3 kali. 

“Saat ini dari 7,3 juta hektar lahan irigasi, hanya sekitar 11 persen yang mendapatkan pasokan air dari bendungan. Nantinya setelah 65 bendungan rampung, daerah irigasi yang akan dipasok airnya dari bendungan akan bertambah menjadi 19-20 persen,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Kehadiran Bendungan Logung sudah sangat dinanti masyarakat Kabupaten Kudus yang sebagian besar bekerja pada lahan pertanian. Di musim kemarau, wilayah tersebut sering mengalami kekeringan sehingga para petani tidak tercukupi kebutuhan airnya untuk bercocok tanam.  Dengan hadirnya bendungan yang memiliki daya tampung sekitar 20,15 juta meter kubik dapat menambah luasan sawah yang diairi dari semula 2.200 Ha menjadi 5.355 Ha.

Selanjutnya Menteri  Basuki mengatakan program pembangunan bendungan diikuti oleh program irigasi premium yakni irigasi yang mendapat suplai air dari bendungan. “Saat ini pun tengah berjalan secara paralel pembangunan irigasi di hilir waduk Logung, sehingga pada saatnya nanti dapat langsung mengairi sawah-sawah di Kabupaten Kudus”, kata Menteri Basuki.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Ruhban Ruzziyatno mengatakan, secara keseluruhan progres konstruksi pembangunan Bendungan Logung telah selesai dan pada Agustus 2018 lalu telah dilaksanakan inspeksi lapangan oleh tim Komisi Keamanan Bendungan dan Balai Bendungan. “Saat ini sertifikasi impounding sedang berjalan dan siap untuk diresmikan/impounding pada 29 November 2018,” ujar Ruhban.

Ruhban mengatakan, pada musim hujan, Bendungan Logung difungsikan sebagai waduk tadah hujan dan pengendali debit banjir. Sedangkan pada musim kemarau, bendungan ini akan dibuka untuk memenuhi kebutuhan air di wilayah Kudus dan sekitarnya. 

Bendungan Logung selain bermanfaat untuk irigasi, juga direncanakan untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat dan industri sebesar 200 liter/detik bagi 130.909 jiwa yang tinggal di Kota Kudus dan sekitarnya, mengurangi banjir hingga 30 persen dan pembangkit listrik mikro hidro sebesar 0.5 Megawatt. Bendungan yang berada di perbatasan Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo dan Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe juga menyimpan potensi sebagai destinasi wisata baru. 

Pembangunan bendungan dimulai tahun 2015 dengan kontrak tahun jamak yang ditandatangani bulan Desember 2014, dan ditargetkan selesai pada tahun 2018 dengan anggaran sebesar Rp 604 miliar.  Konstruksi dilakukan oleh PT. Wijaya Karya-PT. Nindya Karya, KSO yang ditetapkan sebagai pemenang setelah melalui proses lelang.

Sebelumnya pada tahun ini juga telah diresmikan Bendungan Tanju di di Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kementerian PUPR juga menargetkan 5 bendungan lainnya yang akan selesai secara bertahap pada akhir tahun 2018 yakni Bendungan Rotiklot di Nusa Tenggara Timur (NTT), Mila di Nusa Tenggara Barat (NTB), Gondang di Jawa Tengah, Sei Gong di Batam, dan Sindang Heula di Banten. Selanjutnya ditargetkan pada awal 2019 akan selesai konstruksi Bendungan Passaloreng di Sulawesi Selatan, serta Bendungan Kuningan di Jawa Barat.

(uji/JPC)

Cari Hunian di Perbatasan Jakarta dengan Harga 500 Jutaan

JawaPos.com – Ini mungkin bisa jadi pilihan para pencari hunian di kota besar dengan harga ratusan juta. Pengembang PT Adhi Commuter Properti menawarkan LRT City Jaticempaka-Gateway Park di perbatasan DKI Jakarta-Bekasi. Kini dikembangkan tower pertama dari rencana lima tower apartemen dengan total 3.744 unit apartemen. Total areal yang dikembangkan di di sisi stasiun LRT Jatibening Baru ini mencapai 5,2 hektare.

Project Director LRT City Jaticempaka – Gateway Park, Ibnu Mahmud Junaidi menjelaskan, LRT City Jaticempaka – Gateway Park, dikembangkan dengan menerapkan 5 prinsip Transit Oriented Development (TOD), yaitu; Walkable, dimana semua fasilitas kawasan didesain berdekatan dan dapat diakses dengan mudah hanya berjalan kaki. Connect, yaitu terhubung langsung dengan Stasiun LRT.

Shift dan Transit, terdapat LRT dan Shuttle Bus yang disediakan untuk menghubungkan kawasan dengan tujuan / transportasi publik yang lain. Densify, residential building dikembangkan secara vertikal untuk mengoptimalkan lahan. Mixed Use, yaitu adanya perpaduan berbagai fungsi bangunan yaitu residensial dan komersial dalam satu kawasan.

“Kawasan ini tidak hanya untuk hunian, tapi juga dilengkapi kawasan komersial, baik itu Ruko sebanyak 20 unit, Bicycle Track, Swimming Pool, Jogging Track, Park & Ride, Parking Lot, Security Access, Feeder Bus, maupun Mall,” ujarnya di Kawasan Bekasi, Sabtu (17/11).

Untuk tower accordion, Ibnu menyebut, dari total unit yang tersedia sebanyak 529 unit, sampai dengan saat ini sudah terjual sebanyak 90 persen. “Kami optimistis, sampai dengan akhir tahun 2018, sisa unit yang ada akan sold out. Serah terima kepada pembeli, kami rencanakan di akhir tahun 2019. Untuk tower Bandoneon terdiri dari 362 unit dan baru dipasarkan 135 unit,” imbuhnya.

Dalam dua tower yang sedang dikembangkan ini, dibangun 3 tipe unit, yaitu tipe Studio dengan luas 24,56 m2, tipe 1BR dengan luas 34,06 m2 dan tipe 2BR dengan luas 51,74 m2. Di kawasan LRT City Jaticempaka – Gateway Park, juga akan dibangun Mall 4 lantai dengan luas saleable area lebih kurang 18.000 m2 yang dikembangkan di lahan seluas 10.000 m2.

Selanjutnya Ibnu Mahmud Junaidi menambahkan, selain lokasi yang sangat strategis yaitu di perbatasan Jakarta dan Bekasi, beroperasinya LRT akan memberikan waktu tempuh ke tempat kerja yang lebih singkat.

Perkiraan waktu tempuh LRT dari Stasiun Jatibening Baru ke Cawang hanya membutuhkan waktu sekitar 9 menit. Sedangkan waktu tempuh dari Stasiun Jatibening Baru ke Dukuh Atas, dan Jatibening Baru ke Cibubur, sama-sama memerlukan waktu hanya sekitar 32 menit.

Selain bisa menggunakan akses moda transportasi LRT, kata dia, penghuni di LRT City Gateway Park, juga bisa memanfaatkan akses jalan raya Kalimalang, serta Jalan Tol Becakayu yang saat ini telah beroperasi.

“Sejalan dengan pembangunan yang sedang berjalan, harga saat ini sudah mengalami kenaikan sebesar 33 persen sejak diluncurkan. Untuk Tower Bandoneon, harga yang kami tawarkan saat ini adalah mulai dari Rp 500 juta-an,” tandasnya.

(mys/JPC)

Apartemen Dekat LRT, Investasi Menggiurkan Bagi Kaum Sub Urban

JawaPos.com – Pemerintah saat ini tengah gencar memperkecil angka kebutuhan rumah masyarakat Indonesia. Salah satunya, melalui program hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD) atau yang dikenal hunian berbasis transportasi masal.

Pengamat Properti David Cornellis mengatakan, properti yang ada di kawasan stasiun Light Rail Transit (LRT) atau kereta cepat memiliki nilai investasi yang tinggi, karena adanya konsep pengembangan properti berorientasi transit yang akan masif ke depannya.

“Kota megakosmopolitan seperti Jakarta, memerlukan kawasan TOD sebagai jawaban terhadap kemacetan, karena nantinya hunian maupun komersial yang ada, akan terintegrasi satu sama lain dan satu area sistem transportasi massal seperti TransJakarta, Kereta Komuter, LRT, MRT serta BRT (Bus Rapid Transit),” ujarnya dalam siaran pers seperti dikutip Sabtu (17/11).

Menurutnya, keberadaan LRT Jabodebek seolah memberikan angin segar bagi industri properti. Hal ini dikarenakan kawasan yang berada di sisi stasiun LRT akan menjadi primadona. Dengan lokasi yang strategis, kawasan hunian di sisi stasiun LRT akan menjadi pilihan bagi kaum sub urban.

Salah satu pengembang yang mengembangan kawasan properti di sisi stasiun LRT adalah PT Adhi Commuter Properti (ACP). Anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk. ini mengembangkan LRT City, sebuah kawasan dengan konsep Transit Oriented Development, di beberapa titik stasiun LRT Jabodebek.

Lokasi-lokasi apartemen yang dimaksud adalah dekat atau sekitar tempat kerja dan aktivitas harian. Apartemen di lokasi ini akan semakin naik daun seiring macetnya akses menuju Jakarta dari Bekasi atau pun Bogor akibat pembangunan infrastruktur.

(mys/JPC)

Pemerintah Bentuk Holding Infrastruktur dan Perumahan, Apa Manfaatnya?

JawaPos.com – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah mempercepat pembentukan holding infrastruktur serta holding perumahan dan pengembangan kawasan. Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius K Ro meyakini jika pembentukan dua holding tersebut dapat meningkatkan kapasitas BUMN dalam mendukung pembangunan nasional. Hal itu dikarenakan akan ada kenaikan nilai aset, yang kemudian akan mendongkrak kemampuan leverage sehingga kemampuan BUMN pun meningkat.

Holding BUMN Infrastruktur akan terdiri dari enam perusahaan dengan PT Hutama Karya (Persero) sebagai lead holding, dan didukung anggota holding yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Yodya Karya (Persero) dan PT Indra Karya (Persero).

Sementara Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan akan beranggota tujuh perusahaan dengan Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) sebagai lead holding. Adapun tujuh anggota holdingnya dan terdiri dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Virama Karya (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Indah Karya (Persero) dan PT Bina Karya (Persero).

“Dengan holding, BUMN bisa melakukan join financing. Balance sheet perseroan pun akan menjadi lebih kuat. Kemudian ditopang dengan skema bisnis yang lebih terintegrasi,” ujar Aloy di Jakarta, Minggu (18/11).

Sementara itu, Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) sekaligus Ketua Program Director Holding Infrastruktur, Bintang Perbowo menyebut, holding ini akan semakin meningkatkan pemerataan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Dimana saat ini pihaknya sedang menjalankan tugas membangun tol Trans-Sumatra. Maka, dengan kemampuan keuangan yang lebih besar dalam holding, Hutama Karya dapat menduplikasi proyek sejenis pada wilayah lainnya.

“Kalau leverage lebih besar, kami bisa menjalankan pembangunan tol lainnya di Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua,” ujar dia.

Tak kalah bermanfaat, melalui holding perumahan dan pengembangan kawasan, BUMN juga akan mendukung Pemerintah dalam menyediakan kebutuhan perumahan nasional di seluruh cakupan geografis dengan harga yang terjangkau.

Anggota Program Director Holding Perumahan dan Pengembangan Kawasan, Novel Arsyad menerangkan, dengan sinergi dan konsolidasi BUMN di bawah payung holding maka akan tercipta kemandirian keuangan serta peningkatan kapasitas pendanaan untuk memenuhi kebutuhan perumahan nasional.

“Belum ada BUMN yang melakukan pembangunan mega township seperti BSD City, kami akan ada di skala itu. Kami ingin tak hanya buat perumahan, namun juga sebuah kawasan pemukiman yang ditopang dengan segala fasilitas pendukungnya. Lihat BSD, segala fasilitas ada. Nanti kemudian kami juga akan masuk ke kawasan industri,” kata Novel yang juga merupakan Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Sistem PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Terkait lokasi Mega Township, Novel mengungkapkan, pihaknya telah melirik sejumlah titik yang berada di Pulau Jawa dan berdekatan dengan akses Jalan Tol. “Lokasinya sudah cukup banyak. Kalau bicara jalan tol yang ada di Jawa kan cukup banyak. Banyak lokasi potensial di sana berkat adanya konektivitas,” lanjut Novel.

Pembentukan kedua holding tersebut akan memiliki empat tahapan. Pertama, yakni legalitas hukum berupa Peraturan Pemerintah sehubungan dengan penambahan penyertaan modal negara pada Hutama Karya dan Perumnas.

Kedua, penetapan Keputusan Menteri Keuangan sehubungan dengan nilai inbreng pada Hutama Karya dan Perumnas. Ketiga, yakni penetapan akta inbreng. Ketiga tahap tersebut ditargetkan untuk dilakukan pada Desember 2018.

Sementara, tahap keempat yakni proses mengubah nama entitas anggota holding dengan menghilang kata “Persero” melalui Rapat Umum Pemegang Saham anggota holding rencananya dilaksanakan paling lambat pada Mei 2019.

Dasar hukum pembentukan holding mengacu pada Peraturan Pemerintah No 44 Tahun 2005 juncto PP No. 72 Tahun 2016. Di mana Negara dalam hal ini Pemerintah Indonesia tetap bertindak sebagai ultimate shareholder dengan memiliki 1 saham Seri A Dwiwarna (Golden Share).

(uji/JPC)

Ekspansi Bisnis Infrastruktur, SEAM Group Gandeng Ascort Asia Dan BRI

JawaPos.com – Ascort Asia menerbitkan Surat Berharga  Investasi Jangka Pendek (SBI JP) senilai Rp1 triliun. Rencana dana hasil penerbitan surat berharga itu akan diperuntukan bagi Sumber Energi Alam Mineral (SEAM Grup) dalam membangun jalan tambang sepanjang 143 kilometer dan pelabuhan batubara di Katingan, Kalimantan Tengah.

CEO Ascort Asia, Anthony Soewandy mengatakan, SBI JP senilai Rp1 triliun akan terdiri dari tenor 150 hari dan 300 hari dengan nilai masing masing Rp500 miliar. Tapi para pemegang SBI JP dapat melakukan investasi ulang.

“Kedua tenor itu akan mendapatkan bunga sebesar 12 persen pertahun, Maka investasi di SBI JP akan lebih menarik jika dibandingkan dengan si ekuitas sebab IHSG saja hingga 30 November 2018 turun 5 persen,” kata Anthony di Jakarta, Senin(3/12).

Ia melanjutkan, SBI JP tersebut akan mulai ditawarkan kepada investor ritel sejak hari ini hingga liam bulan mendatang. Adapun nilai pembelian minimal sebesar Rp100 juta.

“Jika berkaca pada penerbitan SBI JP sebelumnya, maka setiap investor ritel umumnya rata-rata berinvestasi sebesar Rp1 miliar,” tuturnya.

Adapun jaminan dari penerbitan SBI JP tersebut adalah dua lahan seluas tujuh hektar di Subang Jawa Barat milik SEAM Grup dan Kawasan Industri seluaa 128 hektar di Subang Milik SEAM Grup.

Sementara itu, CEO Seam Grup, Asep Sulaeman mengatakan,  50 persen dana  hasi penerbitkan SBI JP itu akan digunakan untuk pembangunan jalan sepanjang 143 kilometer dari kawasan tambang di Katingan hingga Pelabuhan batubara.

“10 persen untuk pembangunan dermaga pelabuhan batu bara dan 40 persen untuk tambang batu krikil untuk bahan baku pembangunan jalan,” kata Asep.

Ia mengatakan, jalan tersebut akan mulai dibangun sekarang hingga rampung pada kaurtal III 2019. Selanjutnya, jalan itu akan dapat digunakan oleh 20 pemegang Ijin Usaha Pertambangan (IUP) batubara di Katingan.

“Tapi setiap pengguna jalan tersebut akan dikenakan baiaya USD3-6 per metrik ton batubara,” kata dia.

Dengan demikian, kata dia, SEAM Grup akan meraup USD60 juta pada tahun pertama dan akan meningkat seiring dengan peningkatan kapasitas produksi batubara di kawasan tersebut.

(mys/JPC)

Alasan Investasi Apartemen di Melbourne Sangat Menguntungkan

JawaPos.com – Seperti sebagian besar sektor ekonomi dan properti di dunia saat ini, pasar properti di Australia juga sedang melemah. Tetapi, menurut data JLL Research, Negara bagian Victoria yang termasuk kota Melbourne ini selalu memimpin pertumbuhan ekonomi di Australia dengan angka pertumbuhan 5,2 persen dibandingkan negara bagian Australia lainnya seperti Queensland dan New South Wales. Hal ini dikarenakan pengembangan infrastruktur dan konstruksi bangunan properti yang pesat, angka pengangguran yang sangat rendah serta naiknya jumlah spendingpenduduknya. Dengan kuatnya pertumbuhan ekonomi di Victoria, pasar properti Melbourne dapat meredakan masalah serius dalam penyelesaian properti dengan pengembang dan resiko pinjaman bank.

Melbourne dinilai pilihan yang tepat untuk berinvestasi karena stabilnya kepemimpinan politiknya dan tingginya investasi pemerintah untuk infrastruktur kota, termasuk pembangunan transportasi umum yang mencapai AUD 12 miliar. Pada 2030, Melbourne diprediksikan akan menjadi kota terbesar di Australia dengan populasi mencapai 6,1 juta dengan lebih dari 140 gedung tinggi baik yang sedang dalam konstruksi maupun yang sudah terselesaikan.

Tak hanya itu, JLL Research mengatakan permintaan properti saat ini akan tetap tinggi untuk proyek yang dirancang dengan baik di lokasi strategis oleh pengembang bereputasi kuat. Seperti Brady Group dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di bidangnya, pengembang dari kota Melbourne ini sedang mengerjakan dan memasarkan proyeknya yang bernama 380 Melbourne Apartemen setelah mendapatkan penghargaan ‘Excellence in High Rise Apartment Building 2017’ dari Master Builder Australia untuk proyeknya yang bernama Vision Apartemen.

Alasan Investasi Apartemen di Melbourne Sangat Menguntungkan

Meski sedang melemah, properti Melbourne diprediksikan akan kembali mengalami kenaikan harga pada 2020 dikarenakan pertumbuhan populasi yang paling tinggi dibanding kota lainnya di Australia, terutama didukung oleh angka mahasiswa internasional yang terus meningkat menurut data Australian Bureau of Statistics. Pertumbuhan populasi di Melbourne mencapai 2,7 persen yakni sekitar 144.400 penduduk. Oleh karena itu, kenaikan permintaan apartemen akan semakin terjadi dalam 5 tahun ke depan dikarenakan tidak banyak pengembang yang memasarkan dan menyelesaikan proyek residensialnya, alhasil stok unit akan menipis serta jumlah supply unit apartemen yang terus berkurang yakni 23 persen dari 2017. Hal ini sangat bertepatan dengan Apartemen 380 Melbourne yang akan selesai dibangun pada tahun 2020 awal, sehingga apartemen milik Brady Group ini akan memiliki nilai yang sangat tinggi pada saat bangunan diserah terimakan kepada para investor yang telah membeli dalam 1 atau 2 tahun ini diharga yang sedang murah. 

Investasi di kota Melbourne dapat dikatakan sangat menguntungkan dibandingkan dengan kota kota lain di Australia dilihat dari segi kenaikan harga properti tiap tahunnya. Tak hanya investor, banyak juga orang tua yang membeli satu unit apartemen untuk anak anaknya yang bersekolah disana dikarenakan biaya sewa yang tinggi. Dengan membeli, otomatis properti bisa dimiliki oleh orang Indonesia lantaran status kepemilikan properti di Australia adalah sertifikat hak milik (SHM). Setelah anak anak mereka lulus, orang tua juga dapat meraup keuntungan dari penyewaan properti mereka karena rendahnya vacancy rate di Melbourne yaitu 1,9 persen. Tarif penyewaan apartemen di Melbourne CBD mencapai 480 dollar per minggunya untuk 1 kamar, 750 dollar per minggunya untuk 2 kamar dan juga 950 dollar per minggunya untuk 3 kamar

Alasan Investasi Apartemen di Melbourne Sangat MenguntungkanProyek apartement 380 di Kota Melbourne (Dok. Brady Property)

Selain sistem pembayaran yang ringan dan aman, yakni pembeli hanya perlu membayar deposit 10 persen dan tidak ada cicilan atau biaya apapun sampai bangunan siap huni, Brady Group yang dikenal sebagai pengembang dari kota Melbourne juga bekerja sama dengan beberapa bank yang dapat memberikan pinjaman maksimum 70 persen selama 30 tahun sehingga mempermudah pembeli dalam hal pengurusan KPR. 

Menurut penjelasan Midli Christin, Direktur Brady Group Indonesia, “Pendapatan dari menyewakan apartemen di Melbourne lebih besar dari pada bunga bank. Jadi bisa dikatakan cicilan properti di Melbourne dibayarkan oleh penyewa”. Hal ini memiliki daya tarik tersendiri bagi pembeli dikarenakan pendapatan sewa properti per tahun di Melbourne sekitar 6% sedangkan bunga bank kredit properti di Australia saat ini hanya 4%. Selain itu, pembeli juga dapat meraup keuntungan dari kenaikan harga properti per tahunnya di Melbourne Australia.

Untuk informasi selengkapnya, Brady Group menggelar Pameran Properti Melbourne sejak kemarin (1/12) hingga hari ini Minggu 2 Desember 2018 di Hotel Mulia Senayan Jakarta (Iris Room) serta tanggal 10 sampai 16 Desember 2018 di Pakuwon Mall Surabaya Lantai LG (Depan Zara) untuk para peminatnya. Info mengenai Apartemen 380 Melbourne lainnya dapat diakses di www.brady.co.id atau dapat menghubungi (021) 574 0008.

(srs/JPC)

Crown Group Gandeng Mitsubishi Garap Proyek Mastery Rp 5 Triliun

JawaPos.com – Pengembang properti Crown Group, menggandeng Mitsubishi Estate Group, untuk mengembangkan Mastery by Crown Group. Terletak di 48 O’Dea Avenue, Waterloo, Mastery by Crown Group adalah proyek hunian senilai Rp 5 triliun.

Para penghuninya akan memiliki konsep kuliner baru dekat hunian mereka seperti Pusat kuliner Jepang pertama di Sydney  serta kereta sushi, restoran ramen dan tea-house yang lebih formal dalam menyajikan Cha-kaiseki. Proyek Mastery by Crown Group ini dirancang oleh arsitek Jepang yang terkenal di dunia, Kengo Kuma, arsitek yang berbasis di Sydney, Koichi Takada, dan Silvester Fuller.

Proyek ini diluncurkan ke Sydney pada 17 November 2018 lalu dan juga  dipasarkan di Shanghai dan Hong Kong (Tiongkok), Jakarta dan Surabaya (Indonesia), Singapura dan Tokyo (Jepang). Proses konstruksi dijadwalkan selesai pada 2020 untuk empat menara low-rise dan pada 2021 untuk menara high-rise.

Komisaris dan Group CEO Crown Group, Iwan Sunito, mengatakan kolaborasi dengan Mitsubishi Estate Group, Mitsubishi Jisho Residence, menunjukkan kepercayaan dari kedua belah pihak untuk Sydney, terutama di area-area strategis yang siap untuk pertumbuhan.

“Merupakan suatu kehormatan untuk bermitra dengan Mitsubishi Estate Group, salah satu investor dan pengembang real estat terbesar dan paling dihormati di dunia. Ini semua tentang kolaborasi dan juga pembelajaran dari organisasi yang luar biasa,” ujar Iwan dalam keterangannya, Senin (3/12).

Sebagai bagian dari program ekspansinya, Crown Group telah mengamankan lokasi pengembangan di Brisbane, Melbourne dan Los Angeles, Amerika Serikat. Kolaborasi dengan Crown Group juga memenuhi keinginan dari Mitsubishi Estate Group untuk membangun kemitraan jangka panjang untuk menciptakan komunitas baru yang terbaik di seluruh dunia.

“Kami merasa terhormat bisa bekerja sama dengan Crown Group yang dikenal handal dan telah memenangi banyak penghargaan. Kami melihat peluang besar di pasar properti Sydney dan kami memiliki keyakinan kuat di pasar global yang memiliki pertumbuhan tinggi ini. Bersama-sama, kami dapat merealisasikan visi monumental dari Crown Group tentang revitalisasi daerah arsitektural yang baru, Waterloo, di jantung Kota Sydney,” kata MJR Senior Managing Executive Officer, Yutaro Yotsuzuka.

CEO Global Capital dan Direktur Penjualan Crown Group, Prisca Edwards, mengatakan, Keberhasilan penjualan perdana Mastery by Crown Group pada 17 November lalu menunjukkan permintaan yang kuat untuk apartemen berkualitas tinggi di lokasi yang tepat.

“Kami melihat campuran yang nyata dari investor dan penghuni pada saat penjualan perdana (17 November); dari pembeli rumah pertama dan profesional muda, hingga down-sizer dan keluarga muda. Para calon pembeli berbondong-bondong ke kantor pusat Crown Group di Market Street  sebelum pintu dibuka pukul 9 pagi dalam upaya mereka untuk mengamankan salah satu unit  apartemen paling mewah di Waterloo,” imbuh Prisca.

(srs/JPC)

Jalan Trans Papua Sudah Tembus 909 KM dari Merauke Sampai Jayapura

JawaPos.com – Pembangunan jalan perbatasan Indonesia – Papua Nugini masih berlanjut. Kondisi jalan saat ini sudah tembus 909 km dari total 1.098 km jalan perbatasan mulai dari Merauke hingga Jayapura, Papua.

Pada akhir 2019 ditargetkan jalan perbatasan di Papua sudah tembus akan bertambah menjadi 919 km dan 179 km belum tembus. Kondisi jalan ditargetkan berupa aspal sepanjang 747 km dan perkerasan tanah/agregat sepanjang 172 km.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan jalan perbatasan bertujuan untuk mendukung pengembangan pusat pertumbuhan di kawasan perbatasan.

“Pembangunan kawasan perbatasan bukan hanya untuk gagah-gagahan tetapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat perbatasan dengan menciptakan embrio pusat pertumbuhan baru. Seperti di Skouw, transaksi yang dilakukan dengan warga Papua Nugini tidak hanya sekadar makanan kecil namun juga emas,” kata Menteri Basuki dalam keterangan resmi, Minggu (18/11).

Keberadaan jalan perbatasan telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat perbatasan di Papua. Waktu tempuh antar pusat ekonomi wilayah yang semula dalam bilangan minggu, semakin singkat menjadi hitungan hari dan apabila jalan sudah semakin baik kondisinya, maka bisa dalam hitungan jam. Dengan kemudahan transportasi barang dan manusia, diyakini akan berdampak pada penurunan harga barang dan jasa.

Salah satu ruas jalan perbatasan yang dikerjakan adalah Jalan Merauke-Sota-Boven Digoel sepanjang 422 Km yang terbagi menjadi 4 ruas. Ruas 1 menghubungkan Merauke–Sota sepanjang 78 Km, kondisinya sebagian besar sudah beraspal mulus, seperti pada KM 30 hingga Sota KM 78.

Sementara sebagian lainnya masih dilakukan perbaikan drainase jalan dalam rangka peningkatan kondisi jalan yang mulai rusak pada 4 titik, mulai KM 21 hingga KM 29 yang sempat ditinjau langsung oleh Presiden Jokowi didampingi Menteri Basuki pada Jumat (16/11).

Sementara pada ruas 2 yang menghubungkan Sota–Erambu–Bupul sepanjang 111 Km saat ini kondisinya sudah 100 persen teraspal. Selanjutnya pada ruas ke-3 menghubungkan Bupul–Muting sepanjang 38 Km dan ruas ke-4 yang menghubungkan Muting–Boven Digoel sepanjang 195 Km juga sudah teraspal sehingga bisa dengan mudah dilalui kendaraan.

Preservasi jalan Merauke-Boven Digoel menghadapi tantangan dengan kondisi rawa dan tanah lunak. Oleh karena itu dilakukan peninggian badan jalan menggunakan tanah di sisi jalan. Peninggian badan jalan dari sisi jalan lebih efisien dibandingkan dengan penimbunan tanah dari luar Kabupaten.

Menteri Basuki secara khusus memerintahkan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) 18-Ditjen Bina Marga untuk mengambil langkah ofensif untuk perbaikan drainase di bahu jalan, termasuk dengan menyediakan saluran pembuang dan pompa-pompa air, serta membuat kolam tampungan atau embung-embung kecil bekerjasama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Merauke. Perbaikan drainase jalan diperlukan untuk menjaga tinggi air tetap dibawah badan jalan, terutama saat musim hujan. Dengan demikian kondisi jalan tidak cepat terdegradasi dan bisa tetap terjaga kondisinya.

Perbaikan jalan juga tidak menggunakan batu split karena ketiadaan material di lokasi. Batu split harus didatangkan dari Palu dengan biaya angkut yang mahal. Karena itu digunakan bahan Matos berupa campuran tanah dan semen untuk menambah unsur kapur, dan selanjutnya badan jalan dilakukan pengaspalan.

Sementara untuk Jalan Trans Papua sepanjang 3.535 km, yang terbagi di Papua sepanjang 2.465 km dan Papua Barat 1.070 km. Kementerian PUPR dari 2015-2019 terus melaksanakan pembangunan jalan baru sepanjang 945 km, serta melakukan peningkatan dan pemeliharaan jalan perbatasan dan Trans Papua sepanjang 4.160 km dalam kurun 4 tahun terakhir.

(uji/JPC)

Tambah Lagi, Pemerintah Bakal Bangun PLBN Sota di Papua Tahun Depan

JawaPos.com – Selain percepatan penyelesaian pembangunan infrastruktur jalan, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya juga memiliki tugas utama lainnya dalam melaksanakan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota yang berada di Kabupaten Merauke, di Provinsi Papua. PLBN Sota menjadi PLBN kedua yang di Papua yang dilakukan perbaikan setelah sebelumnya PLBN Skouw di Jayapura.

PLBN Sota merupakan tambahan pos lintas yang berbatasan antara Indonesia dengan negara Papua Nugini, selain itu juga ada PLBN Yetetkun di Kabupaten Boven Digoel yang akan dibangun oleh Pemerintah Indonesia.

PLBN Sota merupakan akses utama masing-masing penduduk antar negara. Pada umumnya dilintasi sebanyak 70 orang perminggu yang dilengkapi fasilitas 13 kios untuk berjualan.

Pembangunan PLBN Sota akan terdiri dari zona inti terdiri dari bangunan gedung PLBN, monumen Garuda, bangunan gerbang dan check point, didukung jalan akses menuju PLBN yang mulus serta tersedianya lahan parkir.

Untuk zona pendukung lainnya akan dilengkapi fasilitas tempat beristirahat (Rest Area) dan renovasi pasar Sota. Pelaksanaan pembangunan akan dimulai awal 2019 dan ditargetkan selesai pada akhir 2019 dengan perkiraan biaya pembangunan sebesar Rp113,5 miliar.

“Pembangunan kawasan perbatasan bukan hanya untuk gagah-gagahan tetapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat perbatasan dengan menciptakan embrio pusat pertumbuhan baru,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi, Minggu (18/11).

Adapun, pemerintah melalui Kementerian PUPR juga tengah menyelesaikan jalan perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Kondisi jalan saat ini sudah tembus 909 km dari total 1.098 km jalan perbatasan mulai dari Merauke hingga Jayapura, Papua.

Pada akhir tahun 2019 ditargetkan jalan perbatasan di Papua sudah tembus akan bertambah menjadi 919 km dan 179 km belum tembus. Kondisi jalan ditargetkan berupa aspal sepanjang 747 km dan perkerasan tanah/agregat sepanjang 172 km.

(uji/JPC)

Mulai Hari Ini Lewat Tol Desari Tak Gratis Lagi, Ini Tarifnya!

JawaPos.com – Terhitung sejak 20 November tadi, jalan tol Depok-Antasari tidak gratis lagi. Selanjutnya, akan diberlakukan tarif normal jika ingin melewati tol yang baru beroperasi seksi I ruas Antasari-Brigif/Cinere sepanjang 5,80 Km.

“Selamat pagi sahabat Desari. Dalam hitungan jam Tol Desari akan diberlakukan tarif mulai 20 November 2018 pukul 00.00 WIB, bagi sahabat yang ingin melintasi tol Desari selalu pastikan saldo e-toll cukup ya,” tulis pengumuman akun resmi @senkomdesari.

Tol yang dibuka Presiden Joko Widodo pada 28 September ini dikelola oleh PT Citra Waspphutowa yang merupakan Anak Usaha PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. Jalan Tol Depok Antasari rencananya juga akan terkoneksi dengan Tol Bogor Ring Rcad hingga Ciawi dengan cenambahan ruang lingkup Rojong Gede -Salabenda sepanjang 6,5 Km.

Pelayanan transaksi seluruhnya akan menggunakan non-tunai le-payment) melalui Gardu Tol Otomatis (GTO) Single dan GTO Multi golongan dengan menggunakan empat operator bank yaitu, Bank Mandri, Bank BNI, Bank BRI dan BCA.

Pembangunan Tol Desari terbagi dalam tiga seksi yaitu, seksi I ruas Antasari Brigif/Cinere sepanjang 5,80 Km seksi II ruas Brigif Sawangan sepanjang 6,30 Kr dan seksi lI Sawangan-Bojong Gede, Bogor sepanjang 9,5 Km Total panjang keseluruhan ruas tol Depok Antasari yaitu 21,60 Km.

Adapun, tarif yang berlaku hari ini adalah:

Golongan I Rp 7.500

Golongan II dan III Rp 11.500

Golongan IV dan V Rp 15.000

Jika masuk lewat tol JORR, maka yang harus dibayar adalah:

Golongan I Rp 22.500

Golongan II dan III Rp 34.000

Golongan IV dan V Rp 45.000

Pemberlakuan tarif ini diatur berdasarkan Kepmen PUPR Nomor 895/KPTS/M/2018.

(uji/JPC)

Total Investasi LRT City Milik Adhi Commuter Properti Ciracas Rp 2,6 T

JawaPos.com – Anak usaha pengembang plat merah PT Adhi Karya Tbk, yaitu PT Adhi Commuter Properti (ACP) hari ini melakukan groundbreaking untuk proyek hunian vertikal dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Ciracas Timur yaitu LRT City Urban Signature.

Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti Amrozi Hamidi, mengatakan, hal tersebut dapat untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan hunian yang terintegrasi dengan sistem transportasi massal. Perseroan optimis, kedepan hunian berbasis transportasi seperti ini akan menjadi pilihan masyarakat.

“Berkaca pada negara-negara lain, hunian seperti ini akan menjadi pilihan masyarakat kaum sub-urban, karena selain praktis, hunian seperti ini terintegrasi dengan sistem transportasi massal, yang tentu memberikan kemudahan mobilitas bagi penghuninya,” ujarnya di kawasan Ciracas, Minggu (2/11).

Amrozi menjelaskan, kawasan tersebut dikembangkan di lahan seluas 6,2 Ha ini, mengadopsi prinsip dasar pengembangan TOD, yaitu Walkable, dimana area yang dikembangkan mudah dijangkau dengan berjalan kaki atau bersepeda.

Shift & Transit, yaitu penghuni dapat mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi, dan beralih menggunakan transportasi umum massal.

Connect, dimana kawasan ini dikembangkan dengan menciptakan jaringan jalan yang saling terhubung. Densify, yaitu pengoptimalan kepadatan lahan dengan perencanaan bangunan vertikal, serta Mixed-use Development, untuk mengoptimalisasi tata guna lahan.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis dan Pemasaran ACP Indra Syahruzza mengatakan, LRT City Cicaras – Urban Signature merupakan area Mixed-use yang dikembangkan dalam Kerjasama Operasi antara PT Adhi Commuter Properti dengan PT Urban Jakarta Propertindo, dengan nilai investasi Rp 2,6 triliun.

“Kawasan tersebut berisi yang berisi hunian, komersial dan fasilitas pendukung ini, dikembangkan di lahan yang berada berada di sisi stasiun LRT Ciracas,” imbuhnya.

Sementara Project Director LRT City Ciracas – Urban Signature Taufiq Hardiyansyah, menjelaskan, Kawasan LRT City Cicaras – Urban Signature, akan dikembangan dengan konsep Urban Oasis, dimana kawasan ini akan menjadi oasis yang meyegarkan ditengah hiruk pikuk dan padatnya Ibu Kota Jakarta.

Salah satu penerapan konsep tersebut, adalah adanya Green Belt di antara tower-tower apartemen. Dengan luas lahan 312,4 sqm, green belt ini akan menjadi public outdoor activity. Selain terdapatnya Green Belt area, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan komersial area, pool dan roof garden, sarana ibadah, event space, plaza, halte, dan tentu saja stasiun LRT.

Di lahan seluas 6,2 Ha, LRT City Ciracas – Urban Signature akan mengembangkan 5 tower apartemen. Pada tahap pertama, akan dikembangkan 2 tower yaitu Tower Azure dengan total unit sebanyak 1087 unit dan Tower Beige dengan total unit sebanyak 543 unit. Kedua tower ini melakukan ground breaking pada 2 Desember 2018.

“Proyek yang kami kembangkan ini, telah mendapatkan respon positif dari masyarakat. Sejak proyek ini kami luncurkan, sampai dengan saat ini sudah terjual 49 persen dan kami optimis untuk 2 tower ini, akan sold out di tahun 2019. Dalam kurun waktu satu tahun dari harga perdana hingga saat ini telah mengalami kenaikan lebih dari 25 persen,” tuturnya.

Sesuai dengan perencanaan yang ada, tower Azure dan Tower Beige ini, akan topping off pada bulan Desember Tahun 2019, dan selanjutnya bisa diserahterimakan kepada pembeli pada Maret 2021.

“Sejalan dengan akan beroperasinya LRT Jabodebek tahun 2019, kami optimis proyek ini akan diserap masyarakat. Dengan lokasi yang sangat strategis, hanya membutuhkan waktu singkat menuju pusat kota Jakarta dengan menggunakan LRT, tentu ini akan menjadi pilihan bagi kaum sub urban, yang berkerja di Jakarta,” tandasnya.

(mys/JPC)

Macet Sangat Merugikan, Hunian Jenis Ini Cocok Buat Penduduk Jakarta

JawaPos.com – Pengamat Properti David Cornelis mengatakan, pertumbuhan penduduk yang cepat telah meningkatkan mobilitas orang, yang mengarah ke lalu lintas kemacetan. Berdasarkan data Badan Pusat Statisik, jumlah penduduk DKI Jakarta pada 2015 mencapai 10,18 juta jiwa. Kemudian meningkat menjadi 10,28 juta jiwa pada 2016, dan bertambah menjadi 10,37 juta jiwa pada 2017.

Menurutnya, jumlah penduduk tersebut, masih bertambah setiap harinya, dengan keberadaan warga kawasan sisi luar Jakarta, seperti Bekasi, Bogor, Depok dan Tangerang, yang tinggal di kawasan luar tersebut, namun memiliki pekerjaan di Jakarta.

Melansir data Biro Pusat Statistik DKI Jakarta di tahun 2016, kendaraan yang berada di Jakarta mencapai 18 juta unit. Dengan total panjang jalan di DKI Jakarta yang mencapai sekitar 7000 km, dampak langsung yang terjadi adalah terjadinya kemacetan yang terjadi hampir setiap hari.

“Kerugian akibat kemacetan ini, diperkirakan mencapai Rp 6 Triliun setiap tahunnya. Pemerintah dengan langkah strategisnya, yaitu membangun sistem transportasi massal, baik itu MRT, LRT maupun BRT, diharapkan akan menjadi solusi jangka panjang atas problem kemacetan tersebut,” ujarnya di kawasan Ciracas, Minggu (2/11).

David menuturkan, Transit-oriented development (TOD) adalah pendekatan perencanaan yang sedang diadopsi banyak kota karena menguntungkan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan mengembangkan stasiun transit massal.

“Pengembangan TOD ke depannya mengintensifkan rasio luas lantai, menambahkan ruang hijau, dan meningkatkan desain yang berorientasi pada transit dan pejalan kaki,” tuturnya.

Pola distribusi TOD di wilayah-wilayah kota satelit, kata dia, memiliki hubungan yang kuat dengan tingkat perkembangan perkotaan dan ekonomi daerah. “Pembangunan dan perencanaan TOD harus dilakukan dengan sungguh-sungguh karena akan tidak secara otomatis mengikuti ketika transportasi umum massal dibangun,” imbuhnya.

(mys/JPC)

Mau KPR Tanpa DP dan Tenor 30 Tahun, Datang ke Sini!

JawaPos.com – Real Estate Indonesia (REI) menyebut masyarakat kelas menengah saat ini menjadi motor penggerak pertumbuhan properti Indonesia. Para pengembang yang berada di bawah REI tidak hanya menghadirkan proyek perumahan di kawasan Jabodetabek tapi di seluruh kawasan Indonesia dalam sebuah pameran Mandiri Property Expo 2018 Di JCC Senayan Jakarta.

Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata mengatakan, hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan sektor properti masih terus berjalan, terutama proyek-proyek perumahan skala menengah.

“Para pengembang yang berada di bawah Real Estate Indonesia masih terus berkomitmen untuk menghadirkan proyek perumahan layak huni bagi masyarakat Indonesia. Sebagian besar anggota kami justru adalah pengembang di kelas menengah,” ujarnya dalam siaran persnya, Selasa (20/11).

Menurutnya, hadirnya berbagai proyek perumahan pada pameran kali ini memberikan banyak pilihan bagi para pengunjung untuk memiliki rumah impian mereka. Kemudahan untuk memiliki rumah pada pameran kali ini juga diberikan oleh Bank Mandiri melalui program KPR Milenial yang ditujukan bagi kaum muda berusia antara 21 – 45 tahun.

Sejalan dengan hadirnya proyek pembangunan perumahan di berbagai daerah, program KPR Milenial Bank Mandiri juga hadir di berbagai kota di Indonesia. Beberapa keuntungan yang ditawarkan oleh KPR Milenial antara lain cicilan ringan, tanpa DP, tenor hingga 30 tahun, limit yang lebih tinggi dan suku bunga fixed selama 5 tahun. Bank Mandiri juga memberikan berbagai kemudahan lain bagi nasabah Bank Mandiri yang mengajukan KPR Milenial.

Sejak hari pertama, pameran ini banyak dikunjungi oleh pasangan muda yang ingin memiliki rumah sendiri, terutama di kawasan pinggiran Jakarta. Kawasan pinggir Jakarta menjadi pilihan karena harganya yang lumayan masih terjangkau serta hadirnya berbagai proyek pembangunan transportasi umum di dekat kawasan perumahan tersebut.

Apalagi, Konsep Transit-Oriented Development (TOD) menjadi salah satu acuan para pengembang membangun proyek perumahan di kawasan pinggir Jakarta. TOD merupakan konsep pembangunan yang mendekatkan kawasan pemukiman dengan sarana transportasi umum seperti terminal dan stasiun dimana masyarakat bisa beralih dari satu moda transportasi ke moda lainnya dengan cepat dan efektif.

Di Jakarta sendiri, direncanakan akan ada lima kawasan transit terpadu yaitu di Stasiun Lebak Bulus, Stasiun Fatmawati, Kawasan Cipete, Kawasan Blok M, dan Stasiun Dukuh Atas. Selain Jakarta, Cirebon, Semarang, Solo, dan Malang juga dikabarkan akan memiliki kawasan TOD. Seluruh pembangunan ini diharapkan akan mampu mendorong pertumbuhan sektor properti di Indonesia.

Sebagai informasi, Pameran REI Mandiri Property Expo 2018 merupakan bentuk komitmen DPP Real Estate Indonesia untuk memajukan industri properti di Indonesia. REI berharap sinergi antara pemerintah, pengembang dan industri perbankan akan terus berjalan erat demi mewujudkan program perumahan layak huni bagi masyarakat Indonesia, terutama kalangan menengah ke bawah.

(mys/JPC)

Waspadai Suku Bunga Tinggi, KPR Syariah Bisa Jadi Solusi

JawaPos.com – Bank Indonesia (BI) melalui Rapat Dewan Gubernur Bulanan (BI) telah menaikkan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebsar 25 basis poin (bps) menjadi 6 persen.

Terhitung, BI telah menaikkan suku bunga sebanyak enam kali sebesar 175 bps hingga November 2018. Tentunya ini akan berdampak pada suku bunga perbankan ke depan. Termasuk bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Namun, tak perlu khawatir. Jika tak ingin mendapat ketidakpastian dari suku bunga KPR, maka KPR bank syariah bisa jadi solusi. Hal ini lantaran bank syariah bisa memberikan bunga flat dari tahun keempat hingga lunas. 

Direktur Bank Tabungan Negara Budi Satria menuturkan Bank Syariah dapat menawarkan angsuran tetap selama jangka waktu pembiayaan. Contohnya yang diberikan BTN Syariah. Hal itu bisa dilakukan karena bank sudah menghitung jumlah keuntungan/margin tiap bulan selama pembiayaan saat akad.

“KPR BTN Syariah dengan akad murabahah/istishna memiliki angsuran tetap karena Bank sudah menghitung jumlah keuntungan/margin yang harus dibayar nasabah selama jangka waktu pembiayaan & sudah d sepakati sejak awal akad,” kata Budi kepada Jawapos.com, beberapa waktu lalu.

Dia menerangkan KPR BTN Syariah menawarkan dua skema yaitu angsuran tetap & angsuran berjenjang. Untuk angsuran tetap yakni angsuran akan dibayar dengan nilai yang sama selama jangka waktu pembiayaan. 

Kedua adalah angsuran berjenjang dengan margin promo. Dia bilang yang berlaku saat ini adalah margin dengan 8.25 persen fixed selama tahun. Lalu untuk selanjutnya adalah tetap

“Untuk jangka waktu 10 tahun, margin tahun ke 3 sampai dengan 10 setara 13,4 persen p.a eff,” jelasnya. 

Dia bilang hal itu berlaku ubtuk angsuran dengan skema tetap maupun berjenjang. Sebagai simulasi untuk rumah seharga Rp 279 juta. Developer memberikan kemudahan kepada pembeli hanya dengan perlu membayar booking fee Rp 2 juta. 

Jika mau mengambil angsuran 20 tahun, pada tahun pertama pembeli mencicil Rp 1.951.578 per bulan. Dan pada tahun kedua cicilannya naik Rp 2.275.015 per bulan. Kemudian pada tahun ketiga sampai lunas pembeli akan mencicil Rp 3.120.200.

Untuk angsuran 15 tahun, pada tahun pertama pembeli membayar cicilan Rp 2.289.319 per bulan. Lalu pada tahun kedua Rp 2.590.274 per bulan dan pada tahun ketiga sampai lunas pembeli akan mencicil Rp 3.411.016 per bulan sampai lunas. Namun, perlu diketahui cicilan itu hanya berlaku jika mencicil di KPR BTN Syariah.

(uji/JPC)

Gaet Investor Jepang, Jababeka Bangun Apartemen Kayana 2 di Cikarang

JawaPos.com- Investor asing tetap melirik Indonesia sebagai tempat untuk berinvestasi di sektor properti. Salah satunya, dilakukan Creed Group asal Jepang yang bermitra dengan Jababeka dengan mengembangkan apartemen kelas atas di area pusat bisnis Cikarang, Jawa Barat.Kerja sama bisnis dengan investasi Rp 300 miliar ini sepenuhnya akan digunakan untuk membangun hunian eksklusif Kawana 2 Concierge Golf Apartment yang terdiri dari 347 unit.

“Kawana 2 Concierge Golf Apartment menjadi standar pengembangan residensial untuk kalangan atas dan ekspatriat di Jababeka,” ujar ujar Presiden Direktur PT Grahabuana Cikarang, pengembang Jababeka Residence, Sutedja S. Darmono dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/11).

Menurutnya, keberhasilan pengembangan Kawana Golf Residence yang telah terjual 100 persen mendorong Jababeka dan mitranya untuk melanjutkan pengembangan residensial dan komersial kelas atas sehingga kawasan Jababeka Residence semakin dilirik investor. Kawana Golf Residence tidak hanya diminati investor lokal, tetapi juga dari kalangan ekspatriat dari Jepang, Korea Selatan dan Hong Kong.

Saat ini Jababeka Residence ditopang pertumbuhan fasilitas komersial yang sudah matang dan penerapan TOD (transit oriented development), sehingga menjadi one stop smart living di mana penghuni dapat bekerja, tinggal dan berbisnis di dalam satu kawasan.

Pengembangan area residensial dan komersial Jababeka Residence dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kalangan atas dan ekspatriat. Sejak awal 2018 Jababeka Residence mulai mengembangkan Jababeka Golf City, kawasan residensial dan komersial eksklusif yang mengacu pada pengembangan kelas atas di Pondok Indah.

Berbeda dengan Kawana Golf Residence, proyek Kawana 2 menggunakan konsep concierge golf apartment di mana pengelola apartemen akan memberikan pelayanan berdasarkan permintaan dari penghuni.

Secara umum ada 5 tipe yang ditawarkan, yakni 1 Bedroom (48,5 m2 semi gross), 2 Bedroom (72,5 m2 semi gross) dan 3 Bedroom (97,5 m2 semi gross), 2 Bedroom Loft (105 semi gross) dan golf villa dengan luas bangunan 188,5 m2 yang jumlahnya sangat terbatas yakni hanya 4 unit.  Untuk apartemen dipasarkan dengan harga mulai dari Rp1,2 miliar atau Rp24 juta per m2 sedangkan golf villa dipasarkan dengan harga mulai dari Rp5 miliar.

Menurut Direktur PT Jababeka Creed Residence Handoyo Lim, konsep Kawana 2 Concierge Golf Apartment juga sangat unik dan belum ada di kawasan Cikarang sehingga akan menawarkan investasi yang bagus dan menguntungkan.

Saat ini, kawasan Jababeka yang luasnya mencapai 5.600 hektare telah menjadi tempat bernaung bagi 2.000 perusahaan multinasional dari 30 negara, dengan 1,2 juta penduduk dan 1 juta pekerja.

Kawasan Jababeka Residence juga menjadi fokus pengembangan infrastruktur transportasi seperti pembangunan stasiun MRT Balaraja-Cikarang yang akan terletak di pusat CBD Jababeka, elevated toll road Jakarta-Cikampek yang akan beroperasi pada 2019 dan perpanjangan jalur LRT sampai Cikarang. Pembangunan tersebut melengkapi 3 akses pintu tol Cikarang dan Stasiun KRL Commuter Line yang hanya berjarak tempuh 15 menit dari kawasan Jababeka.

(ask/JPC)

Berteknologi Canggih, Menteri Basuki Pelajari Bendungan ke Jepang

JawaPos.com – Di sela-sela menghadiri pertemuan 12th High Level Experts and Leaders Panel (HELP) on Water and Disasters Meeting di Tokyo beberapa waktu lalu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengunjungi Amagase Dam Re-Development Project Tunnel di Kota Uji, Prefektur Kyoto dan Bendungan Yamaguchi di Prefektur Saitama, Jepang.  

Di kedua lokasi tersebut, Menteri Basuki mendapatkan penjelasan mengenai teknologi Dam Upgrading yang tengah dilakukan terhadap 21 bendungan di Jepang. 

Bendungan-bendungan di Jepang banyak yang sudah berusia tua dan mengalami penurunan fungsi. Sementara untuk pembangunan bendungan baru, ketersediaan lahan sangat terbatas dan tidak mudah pembebasannya. Oleh karena itu Dam Upgrading menjadi pilihan untuk memperpanjang fungsi bendungan. 

“Dari pengalaman Jepang melakukan Dam Upgrading, kita dapat belajar bagaimana mengoptimalkan fungsi bendungan yang sudah ada. Melakukan Dam Upgrading memiliki kelebihan dibandingkan membangun bendungan baru yakni tidak diperlukan pembebasan lahan, lebih ramah lingkungan dan waktu lebih cepat,” kata Menteri Basuki dalam keterangannya, Sabtu (1/12). 

Bendungan serba guna Amagase dibangun dan mulai beroperasi pada tahun 1964 di Sungai Uji anak sungai dari Sungai Yodo yang mengalir melintas Prefecture Kyoto dan Osaka, dan berada di hilir outlet Danau Biwa. Bendungan berfungsi sebagai pengendali banjir, pembangkit listrik dan pemasok air baku air minum kota Kyoto dan Osaka.

Amagase Dam Re-Development Project Tunnel dilakukan Pemerintah Jepang dengan tujuan agar pertambahan debit banjir yang keluar dari Danau Biwa dapat dialirkan dengan aman, meningkatkan kapasitas tampungan efektif Bendungan Amagase guna memenuhi tambahan kebutuhan air baku bagi kota Kyoto sebesar 0,6 m3/detik, menjaga output daya listrik PLTA tetap tinggi di musim panas dan mengendalikan banjir di kawasan Danau Biwa. 

Pengembangan ini dilakukan dengan membangun Saluran Pelepas Debit Tambahan berupa struktur terowongan samping berdiameter dalam 10,3 meter, panjang 617 meter menembus bukit di sisi kiri bendungan dan dilengkapi dengan pintu-pintu pengatur. Saluran pelepas debit tambahan ini mampu mengalirkan debit sebesar 600 m3 per detik, sehingga dengan tambahan ini kemampuan Bendungan untuk mengalirkan debit banjir meningkat menjadi sebesar 1.500 m3 per detik, karena pelimpah yang saat ini mampu mengalirkan debit banjir sebesar 900 m3 per detik.

Setelah dilakukan pengembangan, maka tampungan air baku bendungan Amagase akan meningkat dari 600.000 m3 menjadi 2,14 juta m3 dan tampungan air untuk membangkitkan listrik meningkat dari 3,8 juta m3 menjadi 5,21 juta m3.

Di Bendungan Yamaguchi, Menteri Basuki mendapat penjelasan bahwa bendungan ini dioperasikan pada 1934 dengan kapasitas tampung 1,95 juta m3. Bersama dengan Bendungan Maruyama yang mulai dioperasikan pada 1924 dengan kapasitas tampung 1,48 juta m3, keduanya dibangun untuk menyediakan air baku bagi kota Higashi-Maruyama, Higashi-Yamato dan Musashi-Maruyama di Metropolitan Tokyo, serta Kota Tokorozawa dan Iruma di Wilayah Saitama. 

Menindaklanjuti gempa besar Kobe dengan skala Magnitudo 7,0 yang terjadi pada 1995, dilakukan perkuatan tubuh bendungan utama Yamaguchi dan Maruyama. Perkuatan dilakukan dengan menambah kelandaian tubuh bendungan baik bagian hulu maupun bagian hilir, menambahkan berm serta sistem drainasi di bagian tubuh hilir. 

Agar keamanan tubuh bendungan dapat dipantau secara teratur, pada tubuh bendungan utama dipasang alat alat pemantau percepatan gempa di dasar maupun di puncak bendungan, pemantau tekanan air pori, serta pemantau besar rembesan air di tubuh bendungan. Perkuatan-perkuatan dan pemantauan keamanan waduk-waduk tersebut dilakukan secara ketat, karena kedua waduk berada di bagian hulu permukiman yang sangat padat.

Selain bendungan, Menteri Basuki dan rombongan juga meninjau Kanda River /Loop Road No.7 Underground Regulating Reservoir yang dibangun untuk meredam puncak dan mengendalikan banjir dengan memanfaatkan ruang bawah tanah di bawah Jalur Jalan Metropolitan Tokyo sepanjang 4,5 Km. Pilihan struktur ini diambil karena sangat sukar dan mahal untuk memperoleh Kolam Pengendali Banjir “biasa di permukaan” pada sungai perkotaan yang mengalir di permukiman padat.

Reservoir pengendali banjir dibangun pada kedalaman 50 m di bawah tanah, berupa terowongan dengan diameter bagian dalam  12,5 meter dan mampu menampung air sebesar 540.000 m3. Reservoir dilengkapi dengan 3 buah Intake yang didesain secara khusus agar air dapat mengalir masuk dengan lancar (memanfaatkan sistem vortex) di Sungai Kanda, Sungai Zenpukiji dan Sungai Myoshoji, serta adanya Menara Ventilasi Udara untuk menghidari hantaman hidraulik (Water Hammer). 

Reservoir juga dilengkapi dengan pompa-pompa yang mampu mengosongkan reservoir dalam waktu 48 jam agar reservoir siap dimanfaatkan kembali. Dari penjelasan yang disampaikan, walaupun menggunakan teknologi yang kompleks dan mahal, namun biaya yang dikeluarkan dapat kembali hanya dalam kurun waktu 7 tahun. Biaya ‘pengembalian’ dihitung dari nilai kerugian yang mungkin timbul jika terjadi banjir di wilayah Sungai Kanda.

(uji/JPC)

Ini Alasan Investasi Apartemen di Melbourne Sangat Menguntungkan

JawaPos.com – Seperti sebagian besar sektor ekonomi dan properti di dunia saat ini, pasar properti di Australia juga sedang melemah. Tetapi, menurut data JLL Research, Negara bagian Victoria yang termasuk kota Melbourne ini selalu memimpin pertumbuhan ekonomi di Australia dengan angka pertumbuhan 5,2 persen dibandingkan negara bagian Australia lainnya seperti Queensland dan New South Wales.

Hal ini dikarenakan pengembangan infrastruktur dan konstruksi bangunan properti yang pesat, angka pengangguran yang sangat rendah serta naiknya jumlah spending penduduknya. Dengan kuatnya pertumbuhan ekonomi di Victoria, pasar properti Melbourne dapat meredakan masalah serius dalam penyelesaian properti dengan pengembang dan resiko pinjaman bank.

Melbourne dinilai pilihan yang tepat untuk berinvestasi karena stabilnya kepemimpinan politiknya dan tingginya investasi pemerintah untuk infrastruktur kota, termasuk pembangunan transportasi umum yang mencapai AUD 12 miliar. Pada 2030, Melbourne diprediksikan akan menjadi kota terbesar di Australia dengan populasi mencapai 6,1 juta dengan lebih dari 140 gedung tinggi baik yang sedang dalam konstruksi maupun yang sudah terselesaikan.

Tak hanya itu, JLL Research mengatakan permintaan properti saat ini akan tetap tinggi untuk proyek yang dirancang dengan baik di lokasi strategis oleh pengembang bereputasi kuat. Seperti Brady Group dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di bidangnya, pengembang dari kota Melbourne ini sedang mengerjakan dan memasarkan proyeknya yang bernama 380 Melbourne Apartemen setelah mendapatkan penghargaan ‘Excellence in High Rise Apartment Building 2017’ dari Master Builder Australia untuk proyeknya yang bernama Vision Apartemen.

Meski sedang melemah, properti Melbourne diprediksikan akan kembali mengalami kenaikan harga pada 2020 dikarenakan pertumbuhan populasi yang paling tinggi dibanding kota lainnya di Australia, terutama didukung oleh angka mahasiswa internasional yang terus meningkat menurut data Australian Bureau of Statistics. Pertumbuhan populasi di Melbourne mencapai 2,7 persen yakni sekitar 144.400 penduduk. Oleh karena itu, kenaikan permintaan apartemen akan semakin terjadi dalam 5 tahun ke depan dikarenakan tidak banyak pengembang yang memasarkan dan menyelesaikan proyek residensialnya, alhasil stok unit akan menipis serta jumlah supply unit apartemen yang terus berkurang yakni 23 persen dari 2017. Hal ini sangat bertepatan dengan Apartemen 380 Melbourne yang akan selesai dibangun pada 2020 awal, sehingga apartemen milik Brady Group ini akan memiliki nilai yang sangat tinggi pada saat bangunan diserah terimakan kepada para investor yang telah membeli dalam satu atau dua tahun ini diharga yang sedang murah. 

Investasi di kota Melbourne dapat dikatakan sangat menguntungkan dibandingkan dengan kota kota lain di Australia dilihat dari segi kenaikan harga properti tiap tahunnya. Tak hanya investor, banyak juga orang tua yang membeli satu unit apartemen untuk anak-anaknya yang bersekolah disana dikarenakan biaya sewa yang tinggi. Dengan membeli, otomatis properti bisa dimiliki oleh orang Indonesia lantaran status kepemilikan properti di Australia adalah sertifikat hak milik (SHM). Setelah anak anak mereka lulus, orang tua juga dapat meraup keuntungan dari penyewaan properti mereka karena rendahnya vacancy ratedi Melbourne yaitu 1,9 persen. Tarif penyewaan apartemen di Melbourne CBD mencapai AUD 480 per minggunya untuk satu kamar, AUD 750 per minggunya untuk dua kamar dan juga AUD 950 per minggunya untuk tiga kamar.

Selain sistem pembayaran yang ringan dan aman, yakni pembeli hanya perlu membayar deposit 10 persen dan tidak ada cicilan atau biaya apapun sampai bangunan siap huni, Brady Group yang dikenal sebagai pengembang dari kota Melbourne juga bekerja sama dengan beberapa bank yang dapat memberikan pinjaman maksimum 70 persen selama 30 tahun sehingga mempermudah pembeli dalam hal pengurusan KPR. 

“Pendapatan dari menyewakan apartemen di Melbourne lebih besar dari pada bunga bank. Jadi bisa dikatakan cicilan properti di Melbourne dibayarkan oleh penyewa,” ujar Direktur Brady Group Indonesia Midli Christin.

Hal ini memiliki daya tarik tersendiri bagi pembeli dikarenakan pendapatan sewa properti per tahun di Melbourne sekitar enam persen sedangkan bunga bank kredit properti di Australia saat ini hanya empat persen. Selain itu, pembeli juga dapat meraup keuntungan dari kenaikan harga properti per tahunnya di Melbourne Australia.

Untuk informasi selengkapnya, Brady Group menggelar Pameran Properti Melbourne sejak kemarin (1/12) hingga hari ini, Minggu (2/12) di Hotel Mulia Senayan, Jakarta serta pada 10 sampai 16 Desember 2018 di Pakuwon Mall, Surabaya Lantai LG untuk para peminatnya. Info mengenai Apartemen 380 Melbourne lainnya dapat diakses di www.brady.co.id atau dapat menghubungi (021) 574 0008.

(srs/JPC)

Kementerian PUPR Serahkan Aset Negara Rp 266 M ke Pesantren dan Pemda

JawaPos.com – Dalam rangka menjamin tata kelola aset yang baik dan meningkatkan pelayanan publik, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan serah terima aset barang milik negara (BMN) senilai Rp 266 miliar kepada Pemerintah Daerah dan Yayasan.

Serah terima aset ditandai dengan Penandatanganan Naskah dan Berita Acara Serah Terima Hibah kepada perwakilan Pemda dan Yayasan di Auditorium Kementerian PUPR, Jumat, (23/11).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan melalui serah terima ini akan lebih meningkatkan kualitas pengelolaan kekayaan negara. Beralihnya hak dan kewajiban atas aset BMN tersebut setelah serah terima hibah akan memperjelas tanggung jawab terhadap pengoperasian dan pemeliharaannya. Dengan demikian, aset yang diserahkan dapat memberikan pelayanan yang berkelanjutan.

“Aset BMN tersebut selanjutnya akan tercatat sebagai BMN penerima aset dan menjadi tanggung jawabnya dalam pengoperasian dan pemeliharaannya,” ujar Menteri Basuki.

Aset yang diserahkan berupa 52 unit Rusun yang terdiri dari 49 Rusun Pondok Pesantren dan 3 Rusun Perguruan Tinggi dengan total hunian sebanyak 1.840 unit dan 727 rumah khusus yang dibangun mulai tahun 2012 hingga 2017 oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyediaan Perumahan.

Perwakilan yang hadir diantaranya dari Kabupaten Belitung Timur, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Majene, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Buol, Kabupaten Waringin Timur, Kabupaten Takalar, Kota Semarang, Kota Pidie Jaya dan Kota Gorontalo.

Dirjen Penyediaan Perumahaan Khalawi Abdul Hamid menjelaskan Rusun yang dibangun untuk pondok pesantren dan perguruan tinggi telah dilengkapi dengan fasilitas lemari, tempat tidur, meja, kursi, ruang serba guna, tempat ibadah, fasilitas ramah difable dan ruang terbuka hijau.

Khalawi menjelaskan, setiap tahun diharapkan setidaknya ada tiga atau empat kali proses serah terima aset di bidang perumahan. Dengan demikian, Pemda dan Yayasan penerima bantuan perumahan bisa mengalokasikan APBD untuk biaya pemeliharaan dan perawatan aset tersebut.

“Masih banyak lagi aset yang akan akan kami serah terimakan. Dari data yang ada, baru sekitar 40 persen Rusus yang diserahterimakan,” jelas Khalawi.

(uji/JPC)

Perizinan Ganjal Pengembang Bangun Bisnis Properti Di Daerah

JawaPos.com – Pengembang masih terganjal perizinan dari pemerintah daerah. Sehingga membuat harga properti di dalam negeri tak terjangkau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Akibatnya saat ini bisnis properti melesu.

Konsultan bisnis properti F. Rach Suherman menuturkan, di era otonomi daerah memiliki ekses disharmonisasi regulasi. Dimana paket kebijakan ekonomi XIII Jokowi yang sejatinya bagus, tetapi terhambat berbagai peraturan daerah (Perda) lama yang belum banyak diubah oleh banyak pemerintah daerah. 

“Contoh nyata adalah penurunan PPh 5 persen jadi 2,5 persen, sama sekali tidak digubris daerah sehingga BPHTB tetap 5 persen dan hal ini karena PAD. Kepentingan pusat-daerah membuat dunia usaha terjepit di antara dua raja,” ujarnya dalam siaran persnya, Jumat (23/11).

Selanjutnya, menyinggung kasus suap yang dialami Meikarta, kata dia merupakan soal mental. Namun demikian, suap dilakukan swasta atau developer karena ingin membeli waktu disaat terhambat panjangnya dan berbelitnya proes perizinan. Padahal perencanaan bagi pengembang harus lekas jalan karena ada cost of money

Praktek suap sendiri, menurut F. Rach Suherman, juga karena ada pengusaha yang tidak memenuhi syarat dan kemudian lalu mengambil jalan pintas dan inipun disambut baik oleh pejabat yang kebetulan kepepet ingin lekas kaya.

Kedepan menekan praktek suap di sektor properti dan sektor lainnya, maka model perijinan satu atap dan penyederhanaan meja-meja perizinan seharusnya sudah menjadi tekad pemerintah. 

Praktek inipun, kata dia, sebenarnya sudah dilakukan pemerintah dan hasilnya lumayan membaik. Seperti memakai Key Performance Indicator (KPI) yang diatur Menpan&RB bersama Pemda. Dimana ijin A sekian hari kelar, B sekian hari dan sanksi yang tidak mencapai, langsung ganti pejabat baru.

Pengawasan publik, lanjutnya sangat diperlukan dan hal ini bisa dilakukan lewat informasi digital. Hal senada juga disampaikan Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch, kasus suap Meikarta tidak bisa lepas dari berbelitnya perizinan.

”Meskipun pemangkasan sudah terjadi, tapi praktek dilapangan masih terjadi sehingga suapun tidak bisa dihindari dan ironisnya saat ini pengawasan belum efektif,” tuturnya.

Menurutnya, untuk penyediaan rumah sederhana seharusnya menjadi domain Pemda. Namun sayangnya saat ini belum semua Pemda aware dan hal ini tidak lepas terkait keterbatasan sumber daya manusia dan juga keterbatasan sosialisasi.

(mys/JPC)

Soal Reklamasi, Luhut: Tanya Gubernur, Saya Enggak Mau Buang Energi

JawaPos.com – Pulau-pulau hasil reklamasi telah berganti nama menjadi kawasan pantai Kita (C), Maju (D) dan Bersama (G). Lantas apa makaud pemberian nama itu?

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan enggan berkomentar lebih jauh. Ia tidak tahu menahu soal keputusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Tanya gubernurnya. Saya nggak mau buang energi, nggak mau pikirin,” kata dia di Kantor Kemaritiman, Jakarta, Jumat (30/11).

Sebelumnya, Anies menceritakan makna dibalik nama-nama kawasan pantai tersebut, yang jika disatukan dapat menjadi sebuah kalimat.

“Maknanya untuk masa depan bahwa ke depan ini menjadi salah satu tempat kita bisa merasakan laut bisa merasakan pantai dan rasakan kemajuan bersama,” tuturnya di Balaikota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (26/11) lalu.

Maka dari itu, Anies berharap agar semangat warga Jakarta melihat ketiga kawasan pantai tersebut dapat menjadi semangat bersama. Kata maju menggiring masyarakat untuk bersama-sama menatap masa depan.

“Ini adalah tempat yang baru sama sekali tidak ada sejarah karena itulah kita justru menengok ke depan. Ini adalah pulau kita untuk merasakan kemajuan bersama,” pungkasnya.

(hap/JPC)

Trik Generasi Milenial Mencari Hunian di Akhir Tahun

JawaPos.com – Generasi milenial memiliki kebiasaan yang berbeda jika dibandingkan generasi sebelumnya. Mereka memang lebih mengutamakan prestise gaya hidup. Termasuk dalam hal memenuhi hunian.

General Manager Permata Graha Land (PGL) Caleb Kho menyebut, keluarga muda yang tergolong generasi milenial dalam mencari hunian lebih mengutamakan rumah yang berada di kawasan strategis. Kawasan tersebut harus mudah menjangkau segala titik fasilitas publik. Mulai dari pusat belanja, rumah sakit, tempat hiburan, dan tempat bekerja. “Lebih penting lagi kawasan yang ekslusif,” ungkap Caleb Kho dalam keterangan persnya kepada JawaPos.com, Sabtu (1/12).

Selama ini hunian di kawasan ekslusif, apalagi untuk di Jakarta harganya selangit. Kerap kali keluarga muda harus berpikir ulang untuk memiliki hunian di pusat ibu kota. Akibatnya keluarga milenial itu terpinggir ke daerah urban demi mendapatkan rumah tapak dengan harga terjangkau.

Ternyata, stigma seperti tidak selamanya demikian. Di Kelapa Gading, Jakarta Utara terdapat hunian ekslusif yang harganya relatif terjangkau oleh keluarga muda. Yaitu, Permata Gading Residence.

Karena membidik generasi milenial, PGL selaku pengembang Permata Gading Residence memberikan diskon khusus akhir tahun. “Promo akhir tahun ini sengaja kami berikan, karena generasi milenial itu suka mengincar diskon. Termasuk untuk mencari rumah,” imbuh Caleb Kho. Menurutnya, momen akhir tahun kerap incar oleh keluarga muda.

Direktur Marketing Permata Graha Land Satya Adi menambahkan, komponen lain yang diincar keluarga muda atau generasi milenial untuk rumah mereka, yakni terdapatnya Playground, taman dengan gazebo, kelab, dan taman olahraga. “Lebih penting lagi, anak milenial itu lebih mengincar lokasi yang dekat dengan akses tol,” tandasnya.

(iil/JPC)

Hari Ini, Jokowi Resmikan Tol Bocimi

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Tol Bogor – Ciawi – Sukabumi (Bocimi) hari ini. Tol sepanjang 15,4 kilometer (km) ini merupakan bagian dari ruas Tol Ciawi – Sukabumi.

Pantauan JawaPos.com, sebelum persemian dimulai, acara didahului oleh gowes sepeda santai oleh sejumlah direksi BUMN.

Konsesi ruas tol ini dipegang oleh anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk. dengan total nilai investasi mencapai Rp 7,7 triliun.

Setelah beroperasi, seksi I tol Bocimi diharapkan bisa memecah kepadatan lalu lintas Bogor – Sukabumi. Pasalnya, Cigombong merupakan salah satu titik kemacetan di jalur sepanjang 60 kilometer tersebut. Secara keseluruhan, Tol Bocimi terdiri atas empat seksi dengan panjang ruas 54 kilometer. 

Setelah seksi I, tol Bocimi berlanjut di seksi II sejauh 11,9 kilometer, menghubungkan Cigombong – Cibadak. Selanjutnya Cibadak – Sukabumi Barat terhubung sejauh 13,7 kilometer di seksi III. Kemudian seksi IV menghubungkan Sukabumi Barat -Sukabumi Timur sepanjang 13,05 kilometer.

Rencananya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono serta jajaran Direksi BUMN akan ikut meresmikan Tol Bocimi.

(hap/JPC)

Wika Kenalkan Tamansari Skyhive Apartment sebagai Jakarta’s Newest Hub

JawaPos.com – Pengembang properti BUMN, PT Wika Realty Tbk bersama Medialand Group mengumumkan hunian vertical baru di pusat bisnis Jakarta, yakni Tamansari Skyhive Apartment. Apartemen yang berlokasi di Cawang CBD, Jakarta, itu dikatakan memiliki empat kelebihan utama untuk penggunanya, yakni Get Connected, Quality Living, Skypoint, dan Smart Living.

Direktur Utama PT Wika Realty Tbk Agung Salladin mengatakan, Tamansari Skyhive Apartment akan menjadi ikon hunian vertikal baru di lokasi bisnis yang strategis. “Kami menyebut Tamansari Skyhive Apartment sebagai Jakarta’s Newest Hub karena terletak di simpul moda transportasi baik pribadi maupun publik,” katanya dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Senin (26/11).

“Properti dihadirkan sebagai bagian dari komitmen kami untuk memberikan hunian yang berkualitas, dukungan komunitas terbaik di dalamnya, dan tentu saja prospek investasi terbaik dengan added value beragam bagi pemiliknya,” sambungnya.

Agung menerangkan, Tamansari Skyhive Apartment boleh dibilang tepat berada di jantung Jakarta bagian timur. Di dekatnya, terdapat halte Transjakarta Penas Kalimalang. Selain itu, ditunjang dengan akses langsung jalan tol baik menuju dalam kota maupun luar kota Jakarta dan dekat dengan Bandara Udara Halim Perdanakusuma. “Ke depannya, ditambah lagi dengan segera beroperasinya LRT dan kereta cepat Jakarta-Bandung yang stasiunnya hanya berjarak kurang lebih 1 km dari lokasi apartemen,” terangnya.

Tak hanya akses ke berbagai moda transportasi, lanjut dia, Tamansari Skyhive Apartment juga terletak di pusat bisnis. Sebab, di sekitar apartemen terdapat beberapa kantor BUMN, pemerintahan, dan perusahaan swasta. “Hal itu menjadikan Tamansari Skyhive Apartment memiliki potensi investasi yang tinggi,” imbuhnnya.

Sebagaimana disinggung di atas, Tamansari Skyhive Apartment secara garis besar memiliki empat kelebihan utama, antara lain, Get Connected, Quality Living, Skypoint, dan Smart Living. Menurut Agung, Get Connected berarti di dalam simpul moda transportasi baik pribadi maupun publik Jakarta. Untuk Quality Living menandakan kehadiran berbagai fasilitas penunjang yang berkualitas di dalamnya untuk penghuninya.

“Sementara Skypoint adalah fasilitas eksklusif yang berada di rooftop, seperti kolam renang, gym, yoga deck, tranquille garden, dan barbeque area, serta restaurant yang dapat diakses dengan private lift. Untuk Smart Living berarti kehadiran berbagai fasilitas di dalam unit apartemennya, seperti ready to drink water, kitchen set, electric stove, rental management system, internet ready, water heater, smart home, dan tv cable,” papar Agung.

Di lingkungan apartemen sendiri, Agung menambahkan, penghuni tidak perlu khawatir soal fasilitas yang disediakan. Sebab, di dalamnya terdapat executive lounge, coffee shop, children playground, mini market, outdoor gym, serta jogging forest. “Dengan berbagai fasilitas, Tamansari Skyhive Apartment seperti kota mini yang menyediakan berbagai keuntungan bagi penghuninya,” jelasnya.

Hingga kini, Tamansari Skyhive Apartment disebut sudah mampu menarik perhatian banyak masyarakat. Hal itu terbukti dengan 30 persen unit yang sudah terjual ke konsumen dalam dua bulan dari total 571 unit. PT Wika Realty menargetkan groundbreaking akan dilakukan pertengahan 2019 dan serah terima pada 2022 mendatang.

(fab/JPC)

Gantikan yang ‘Indiana Jones’, PUPR Bangun 300 Jembatan Gantung

Jawapos.com – Jembatan Gantung yang telah dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain menjadi akses penghubung antardesa, jembatan gantung juga turut menggerakkan ekonomi perdesaan dan menjadi objek wisata desa.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan kehadiran jembatan gantung disambut baik oleh masyarakat karena manfaatnya nyata. “Jembatan gantung sangat dibutuhkan dan kehadirannya disambut baik oleh masyarakat karena manfaatnya nyata. Ini untuk menggantikan yang Indiana Jones,” kata Basuki di Jakarta, Selasa (27/11).

Untuk itu, Kementerian PUPR menargetkan membangun 300 jembatan gantung yakni pada 2018, sebanyak 134 buah dan tahun 2019 sebanyak 166 buah. Salah satunya adalah Jembatan Gantung Sudisari I yang berlokasi di Kabupaten Magelang. Kehadiran jembatan ini sangat dirasakan manfaatnya.

Para pelajar kini tidak perlu memutar jalan sejauh 5 Km untuk berangkat ke sekolah, kini hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Sebelumnya, Jembatan Sudisari I merupakan jembatan lama yang terputus karena lahar dingin dari Kali Pabelan dan Kali Putih pada saat Erupsi Gunung Merapi tahun 2010 silam.

Jembatan yang memiliki panjang 60 meter dengan lebar 1,7 meter ini menghubungkan Dusun Sudimoro, Desa Adikarto dengan Dusun Mariban, Desa Progowati di Kabupaten Magelang. Selain pelajar, jembatan juga dirasakan betul manfaatnya oleh warga yang biasa menjual barang dagangan ke pasar atau hendak pergi ke ladang.

Jembatan gantung lainnya di Kabupaten Magelang adalah Jembatan Mangunsuko yang kini menjadi lokasi favorit untuk swafoto sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada tahun 2017 lalu. Ditambah dengan adanya air terjun di sisi jembatan yang mengalir dari bangunan Sabo yang berfungsi sebagai pengendali lahar dingin pada saat terjadi letusan gunung berapi. Jembatan yang memiliki panjang 120 meter dan menghubungkan Dusun Grogol Desa Mangunsuko dengan Dusun Tutup Desa Sumber.

Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga tidak hanya membangun jembatan yang putus namun juga memperbaiki jembatan yang sudah tidak layak dan aman seperti Jembatan Tempak di Kabupaten Magelang. “Jembatan Tempak kita bangun kembali lebih lebar, yakni dari semula 1 meter menjadi 2,66 meter dengan umur jembatan 50 tahun. Setiap tahunnya juga kita lakukan pengecekan,” kata Kepala BPJJN VII Semarang Ditjen Bina Marga Akhmad Cahyadi.

Akhmad menambahkan, pembangunan jembatan juga melibatkan masyarakat lokal. Selain untuk pemberdayaan masyarakat, diharapkan masyarakat dapat mempunyai rasa memiliki dan menjaga kondisi jembatan yang ditargetkan rampung Desember 2018.

(uji/JPC)

Jokowi Blak-blakan Bangun Infrastruktur Demi Logistik Pemilu

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui salah satu tujuan membangun infrastruktur adalah untuk kepentingan pemilihan umum (Pemilu) pada 2019 mendatang. Menurutnya, pembangunan itu akan turut mensukseskan terlaksananya pemilu.

Dia mencontohkan, salah satu proyek infrastruktur yang diminta dipercepat saat pemilu 2019 adalah tol Bakauheni-Palembang. Proyek itu sebelumnya diperkirakan selesai pada Mei-Juni mendatang, namun dia meminta diselesaikan pada April 2019.

“Dari Bakauheni ke Palembang, saya cek di lapangan kemarin, saya tanya ‘selesai kapan?’, Mei-Juni, saya minta itu diselesaikan April, kenapa April? tahu kan?,” ujarnya di JCC, Jakarta, Selasa (27/11).

Jokowi Blak-blakan Bangun Infrastruktur Demi Logistik PemiluPresiden Jokowi dan beberapa menteri mengecek pembangunan Tol Sukabumi (Dok. JawaPos.com)

“Bukan untuk apa-apa, pikirannya pasti beda, supaya kita pakai pas lebaran, supaya pakai pemilu, saya blak-blakan saja,” tegasnya.

Dia menyampaikan, hingga pertengahan tahun depan akan diresmikan sejumlah proyek-proyek infrastruktur. Sebut saja tol Jakarta-Surabaya, Merak-Banyuwangi, sampai Tol Trans Sumatera.

“Saya sudah minta sebelum natal diresmikan, nggak tahu naik motor atau naik apa. Nanti dicoba berapa jam naik mobil. Kemudian Merak-Banyuwangi, 2019 pertengahan atau mundur dikit juga akan disambungkan. Kemudian, Trans Sumatera dari Lampung ke Palembang, saya akan resmikan di akhir Desember tahun ini,” ungkapnya.

Selain itu, sejumlah proyek pelabuhan seperti Pelabuhan Besar Kuala Tanjung, Sumatera dan Makassar New Port juga akan diresmikan tidak lama menjelang pemilu. “Ini nggak tahu selesainya kenapa pas pemilu,” tandasnya.

(hap/JPC)

BNI Pimpin Sindikasi Kredit Tol Semanan-Pulo Gebang Senilai Rp 13,7 T

JawaPos.com – Satu lagi pembangunan jalan tol di pusat kota Jakarta segera diwujudkan. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memimpin sindikasi pembiayaan proyek jalan tol ruas Semanan-Sunter dan Sunter-Pulo Gebang dengan total investasi sebesar Rp 20,8 triliun.

Bank BNI selaku Mandated Lead Arrangers dan Bookrunners (MLAB) memberikan pinjaman senilai Rp 2 triliun dari total sindikasi pembiayaan proyek yang mencapai Rp 13,7 triliun dengan menghimpun 29 bank konvensional serta bank syariah.

Kesepakatan pemberian kredit sindikasi ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kredit Sindikasi antara Direktur PT JTD Jaya Pratama (JJP) Frans Sunito dengan Pemimpin Divisi Bisnis Korporasi dan Multinasional 1 (LMC 1) BNI Benny Yoslim, Pemimpin Unit Sindikasi BNI Rommel Sitompul, dan segenap pimpinan bank peserta sindikasi di Jakarta, Selasa (27/11).

Corporate Secretary BNI Kiryanto menuturkan, kedua proyek jalan tol yang membelah kota Jakarta ini secara keseluruhan dibiayai oleh 24 Bank Konvensional dan 5 Bank Syariah.

“Pemberian fasilitas kredit ini merupakan upaya BNI menggalang perbankan nasional, termasuk perbankan syariah dan bank-bank daerah untuk berperan dalam pembiayaan infrastruktur,” ujar Kiryanto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/11).

Pada kesempatan sebelumnya, BNI telah aktif terlibat dalam pembangunan Jalan Tol Trans Jawa yaitu itu jalan tol ruas Kanci Pejagan, Pejagan-Pemalang, Semarang Solo, Solo Ngawi, Ngawi Kertosono, dan Surabaya Mojokerto. BNI juga aktif membiayai proyek infrastruktur lainnya seperti Pelabuhan Laut, Jalan Tol Trans Sumatera, Jaringan Telekomunikasi, Pembangkit Listrik dan Jaringan Transmisi Jarak Jauh.

(uji/JPC)

Hingga September 2018, Adhi Karya Raup Laba Bersih Rp 335 Miliar

JawaPos.com – Perusahaan kontraktor plat merah, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mengaku, perseroan baru membukukan kontrak baru senilai Rp 12,3 triliun hingga Oktober 2018. Capaian tersebut baru setengahnya atau sekitar 52,63 persen dari target kontrak baru sepanjang tahun ini yang sebesar Rp 23,37 triliun.

Direktur Keuangan PT Adhi Karya Tbk Entus Asnawi mengatakan, perseroan belum akan merevisi target peroleh kontrak baru perseroan di tahun ini meski hanya menyisakan waktu sekitar satu bulan.

“Enggak sampai target nanti kita lihat, tapi belum (revisi),” ujarnya di Hotel Grandhika Jakarta, di Jakarta, Kamis (29/11).

Entus menjelaskan, kontribusi kontrak baru pada Oktober 2017 didominasi oleh lini bisnis konstruksi dan energi sebesar 89,9 persen, properti 8,6 persen dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

Jika dilihat berdasarkan segmentasi sumber dana, kontrak baru di Oktober 2018 peroleh dari swasta atau lainnya sebesar 46,8 persen, BUMN 27,6 persen dan pemerintah 25,6 persen.

“Untuk tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek gedung sebesar 61,9 persen, proyek jalan dan jembatan 20,8 persen dan proyek infrastruktur lainnya 17,3 persen,” tututnya.

Hingga September 2018, perseroan membukukan laba bersih Rp 335 miliar meningkat 63,6 persen dibandingjan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 205 miliar.

Peningkatan laba bersih tersebut didukung dari perilegan pendapatan usaha September 2018 sebesar Rp 9,43 triliun meningkat 8,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 8,71 triliun dan perolehan laba kotor sebesar Rp 1,48 triliun meningkat 47,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,01 triliun.

(mys/JPC)